Learn to Be A True Muslimah

Posts Tagged ‘Hafal Quran

“Ibn Sina is the most famous scientist of Islam, and one of the most famous of all races, places, and times.” – Ibnu Sina adalah ilmuwan Islam paling terkenal, dan salah satu ilmuwan yang paling terkenal dari seluruh ras, tempat, dan waktu.

George Sarton, tokoh Amerika dalam bidang Sejarah Sains

Ibnu Sina adalah seorang tokoh besar dunia. Jika pikiran Newton menjelajah jauh ke luar angkasa, Ibnu Sinalah yang dengan ketajaman luar biasa menjelajah masuk ke dalam kompleksitas kesehatan tubuh dan pikiran manusia. Pengaruhnya sangat besar hingga sekarang. Karya kedokterannya menjadi standar di universitas-universitas utama di Eropa dan tidak tertandingi selama 700 tahun lamanya. Gambar wajah Ibnu Sina saat ini juga terpampang di aula kehormatan Fakultas Kedokteran Universitas Paris. (kapan ya saya ke Paris? Bukan untuk tamasya, tapi untuk belajar..)

Ibnu sina adalah prodigi, anak genius. Saat umur sepuluh tahun, ia sudah menguasai penuh al-Qur’an. Saking pintarnya, para tetangganya dibuat heran dan terkagum-kagum pada anak kecil itu. Lalu, ia belajar dan menguasai macam-macam ilmu berat: hukum, matematika, aritmatika, fisika, bahkan filsafat. Ia juga dengan tekun membaca  buku metafisika Aristoteles yang sangat kompleks hingga 40 kali supaya bisa memahaminya. Lalu, ia belajar ilmu pengobatan.

Berapa umurnya waktu itu?

Tiga belas tahun!! Semua pengetahuan itu ia serap, bahkan tanpa kesulitan yang berarti. Ia sudah mengobati banyak pasien saat umurnya 16 tahun. Ibnu Sina kecil memang benar2 pembelajar sejati. Ia bahkan tidak mau meminta bayaran atas pelayanannya. Semua itu ia lakukan karena untuk membantu orang lain dan untuk mempertajam pengetahuannya.

Umur 18 tahun, kehebatannya menyebar ke mana-mana, sampai ia dipanggil ke istana untuk mengobati Pangeran Samanid, Nuh Ibnu Mansur, yang sedang sakit. Ia berhasil menyembuhkannya -dengan izin Allah-. Atas prestasinya, ia ditanya oleh pangeran, “Hadiah apa yang paling engkau inginkan?”

Jika ia ingin harta berlimpah seperti emas permata, tentu ia akan mendapatkannya. Namun, bukan itu yang ia inginkan, Ia hanya ingin satu hal dari pangeran, yaitu membaca dan belajar sepuas-puasnya. Ibnu Sina minta diizinkan agar bisa belajar di perpustakaan pribadi pangeran yang sangat besar. Tentu saja, dengan senang hati pangeran mengizinkannya. Ibnu Sina pun dengan gembira menghabiskan waktunya di perpustakaan kerajaan itu dan membaca sepuas-puasnya.

Ibnu Sina juga adalah seorang polymath, yang berarti seorang yang sangat cerdas dan mampu menguasai beberapa macam ilmu sekaligus. Ibnu Sina menguasai ilmu kedokteran, filsafat, psikologi, matematika, fisika, astronomi, logika, etika, dan banyak lainnya. Ia belajar dengan kecepatan tinggi dan keluasan yang luar biasa.

Ibnu Sina menghasilkan banyak karya dalam berbagai bidang dan karya terbesarnya adalah dalam bidang kedokteran. Bukunya Al-Qanun Al-Tibb, The Canon of Medicine,  merupakan karyanya yang fenomenal di dunia sains. Buku itu adalah satu-satunya karya kedokteran terbesar dalam sejarah umat manusia. Ini adalah mahakarya yang sangat komplekas, sangat luas, dan begitu efektif sehingga di Eropa tidak tergantikan selama 700 tahun. Isinya mencakup sistem kesehatan manusia, kebersihan, anatomi, ratusan penyakit, penyebab dan penyembuhannya,  termasuk tuberkulosisi, radang otak, demam, diabetes, dan masih banyak lagi. Tidak ada karya orang lain, termasuk karya ahli-ahli paling brilian dalam kedokteran modern yang sanggup menyamainya.

Selama hidupnya, Ibnu Sina telah menulis buku dalam jumlah dan keluasan ilmu yang nyaris tidak terbayangkan. Empat ratus lima puluh buah buku dengan subjek dari pengobatan, filsafat, hingga buku kumpulan sajak yang indah telah ia hasilkan. Ia memang salah satu orang paling genius dalam sejarah.

” ‘Canon’ was a medical bible for a longer period than any other work. It stands for the epitome of all precedent development, the final codification of all Graceo-Arabic medicine.” – ‘Canon’ adalah kitab suci medis yang dipelajari untuk waktu yang lebih lama daripada pekerjaan lainnya. Ini adalah ringkasan dari pengembangan panduan dasar pengobatan, pembukuan akhir dari semua obat Graceo-Arab. “

Sir William Osler, profesor pertama di universitas kedokteran John Hopkins. Di Barat, ia banyak dianggap sebagai “Bapak Kedokteran Modern”. Ia sendiri menganggap Bapak Ilmu Kedokteran Modern adalah.. Ibnu Sina.

Bismillah..

Benarkah menghafal qur’an bisa membuat kita (para muslimah) tambah cantik?

Berdasarkan pengamatan ana, teman2 ana yang baru saja selesai menghafal di hadapan ustadzah.. mereka tambah cantik lho.. hmm..

Tempat favorit tahfidz  ana di ma’had adalah di atas lantai keramik memanjang dekat taman. Di situ ana bisa melihat teman2 yang keluar-masuk ruang kelas. Masuk kelas untuk menyetorkan hafalan baru atau muraja’ah, dan keluar kelas karena selesai maju hafalan. Ternyata ada perbedaan ketika masuk dan keluar itu.. Ketika maju biasa2 aja. Setelah keluar, wajah mereka berseri-seri dengan senyum yang mengembang.. Terutama sekali akan terlihat pada sahabatku yang baru saja selesai ujian juz baru dan akhirnya sukses menempuhnya..

Barangkali bertambahnya kecantikan itu adalah pancaran dari kebahagiaan hati dalam mencintai al-qur’an.. 🙂

Ummu Shalih, Seorang Nenek yang Menghafalkan Al-Qur’an di Usia 82 Tahun

alnaadi15Alhamdulillah, Allah berfirman:

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quraan untuk pelajaran, maka adakah  orang yang mengambil pelajaran?” (QS Al-Qamar [54] : 32)

Banyak orang di seluruh dunia menghafal Al-Qur’an, dan tidak aneh melihat seorang anak menghafal Al-Qur’an dan di usia yang sangat muda. Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan Al-Qur’an mudah untuk dihafalkan, telah menjadikanya mudah bagi Ummu Shalih yang berusia 82 tahun. Dalam wawancara bersama Ummu Shalih, ia ditanyai sejumlah pertanyaan berikut:

Pertanyana: “Alasan apa yang mendorong anda untuk menghafal Al-Qur’an setelah sekian tahun berlalu?”

Ummu Shalih: “Aku selalu berharap menghafalkan Al-Qur’an sejak aku masih muda. Ayaku selalu berdoa kepada Allah bagiku agar menjadi orang yang menghafal Al-Qura’n sebagaimana dirinya dan saudaras-saudara laki-laki yang lebih tua di dalam keluargaku yang menghafalkan Al-Qur’an. Maka aku mulai menghafal tiga bagian dan menamatkannya di usia 13 tahun. Aku menikah dan menjadi sibuk dengan urusan rumah tangga dan anak-anak. Setelah memiliki tujuh orang anak, suamiku meninggal. Anak-anakku mash kecil maka aku menghabiskan waktu untuk membesarkan dan mendidik mereka, dan setelah mereka dewasa dan menikah, aku memiliki lebih banyak waktu untuk diriku sendiri. Oleh karena itu, hal pertama yang aku lakukan adalah memusatkan pertahian pada Al-Qur’an.

Pertanyaan: Ceritakanlah kepada kami perjalanan anda bersama Al-Qur’an.”

Ummu Shalih: “Anak perempuanku yang paling kecil masuk SMA dan dia adalah anak yang paling dekat denganku dan yang paling kucintai, karena dia tinggal bersamaku setelah kakak-kakak perempuannya menikah dan sibuk dengan kehidupan mereka sendiri, dan karena dia adalah gaids pendiam, shalihah dan penuh cinta dan baik. Apalagi, dia tertarik mempeelajari Al-Qur’anul Karim, dan guru-gurunya mendorongnya. Ditambah lagi dia sangat antusias dan selalu menceritakan kepadaku banyak wanita yang terdorong oleh motivasi besar untuk menghafal Al-Qur’an, dan disinilah aku memulai.”

Pertanyaan: “Ceritakanlah bagaimana cara anda menghafal.”

Ummu Shalih: “Kami menetapkan 10 ayat (maksudnya dia dan anak perempuannya yang masuk SMA). Setiap hari setelah Ashar kami duduk bersama. Dia membaca dan aku mengulanginya tiga kali. Kemudian dia menerangkan artinya kepadaku, dan setelah beberapa saat dia mengulanginya tiga kali. Pada hari yang berikutnya, dia mengulanginya tiga kali sebelum berangkat ke sekolah. Dia juga merekam bacaan Syaikh al-Husary rahimahullah, mengulangi setiap ayat tiga kali dan begitulah aku melanjutkan mendengarkannya hampir sepanjang waktu. Kemudian pada hari berikutnya kami akan melanjutkan pada 10 ayat berikutnya jika hafalanku baik. Jika tidak, kami akan menunda menghafal ayat berikutnya sampai hari berikutnya lagi. Lebih lanjut, kami menetapkan hari Jum’at untuk meninjau kembali hafalan selama satu minggu. Dan inilah perjalanan dari awal”

Kemudian Ummu Shalih berkata: “Setelah 4,5 tahun aku telah menghafal 12 juz menurut cara yang aku jelaskan kepada anda. Kemudian anakku menikah. Ketika suaminya mengetahui kegiatan kami mengenai hafalan, dia menyewa rumah dekat denganku, dekat dengan rumahku, sehingga memungkinkan untuk melanjutkan kegiatan hafalan. Lebih lanjut, dia, semoga Allah memberikan pahala baginya, selalu mendorong kami dan kadang-kadang duduk bersama kami mendengarkan, menjelaskan, dan mengajarkan. Kemudian setelah tiga tahun perkawinannya, anakkmu mulai sibuk dengan anak-anak dan urusan rumah tangganya, dan jadwal kami pun terganggu, akan tetapi hal itu tidak membuatnya menyerah. Bahkan, dia melihat hasratku untuk menghafal masih tetap ada, dia mencarikan guru khusus untuk melanjutkan kegiatan tersebut di bawah pengawasannya. Akhirnya aku menamatkan hafalan dengan pertolongan Allah, dan anakku masih berusaha menamatkan hafalannya terhadap Al-Qur’anul Adzim. Dia masih ketinggalan sedikit insya Allah.

Peertanyaan: “Motivasimu (untuk menghafal –pent.), apakah mempengaruhi wanita-wanita lain di sekelilingmu?”

Ummu Shalih: “Itu benar-benar memberikan dampak baik yang kuat. Anak-anak perempuanku dan anak-anak perempuan (dari suami terdahulu) semuanya terdorong dan berussaha untuk belajar dan mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak mereka dan belajar bagi diri mereka sendiri.

Pertanyaan: “Setelah menamatkan Al-Qur’an, tidakkah anda berpikir untuk mulai menghafalkan hadits?”

Ummu Shalih: “Sekarang aku telah menghafalkan 90 hadits dan insya Allah aku akan terus melakukannya. Hafalanku tergantung pada rekaman dan siaran radio Qur’an. Di akhir setiap minggu, anak perempuanku datang dan mengecek tiga hadits fahalanku, dan aku sekarang mencoba menghafalkan lebih banyak lagi.

Pertanyaan: “Selama menghafalkan Al-Qur’an, apakah hidup anda berubah? Apakah hal itu mempengaruhi hidupmu?”

Ummu Shalih: “Ya, aku mengalami perubahan besar dan aku selalu mencoba, segala puji bagi Allah, untuk taat kepada Allah sebelum mulai menghafal. Namun demikian, setelah aku mulai tugas menghafalkan, aku mulai merasakan kepercayaan diri, kepercayaan diri yang besar dan semua kekhawatiran perlahan-lahan sirna. Aku bahkan mencapai tingkat membebaskan diriku dari semua kekhawatiran yang berlebihan akan ketakutan mengenai anak-anakku dan urusan mereka, dan semangatku bertambah. Aku memiliki tujuan mulia untuk dilaksanakan dan ini adalah nikmt yang besar dari Allah subhanahu wa ta’ala kepadaku, karena kita mengetahui bahwa sebagian wanita, ketika mereka beranjak tua dan tidak memiliki suami, dan anak-anak mereka menikah, mungkin dihancurkan oleh waktu dan pikiran kosong, kecemasan, dan seterrusnya. Akan tetapi, Alhamdulillah, aku tidak melaluinya dan aku menyibukkan diri dengan tugas yang besar, dan tujuan yang besar.

Peranyaan: “Tdakkah anda berpikir pada saat tertentu, untuk bergabung dengan majelis yang memusatkan perhatian untuk mengajarkan Al-Qur’an?”

Ummu Shalih: “Ya, sebagian wanita menyarankan hal ini kepadaku, akan tetapi aku adalah wanita yang terbiasa tinggal di rumah, dan aku tidak suka keluar setiap hari dan Alhamdulillah, anak perempuanku mencukupiku dari semua kesulitan dan aku merasa bahagia ketika belajar darinya. Anakku telah memberikan teladan dalam kebaikan dan ketaatan yang jarang ditemukan di masa kita ini. Dia memulia tugas dan kegiatan ini bersamaku ketika dia masih remaja, dan ini adalah usia rawan yang banyak dikeluhkan orang. Dia selalu menekan dirinya agar dia dapat meluangkan waktu untuk mengajariku, dan dia mengajariku dengan baik dan bijaksana. Suaminya adalah penolong yang baik baginya dan dia telah berusaha keras. Aku memohon kepada Allah subhanau wa ta’ala agar memberikan mereka kebahagiaan dan menjadikan anak-anak mereka anak-anak yang shalh.

Pertanyaan: “Apa yang anda katakana kepada wanita di usia anda yang ingin belajar dan menghafalkan Al-Qur’an namun merasa khawatir dan merasa tidak mampu melakukannya?”

Ummu Shalih: “Aku katakana kepadanya, tidak aka nada keputusasaan dengann tekat yang teguh, ikhlas dan benar. Mulailah dengan ikhlas, keteguhan pendirian dan tawakkal kepada Allah setiap saat. Dan ingatlah, pada usia sekarang ini anda seharusnya memiliki waktu untuk diri anda sendiri. Namun jangan gunakan waktu anda hanya untuk keluar atau tidur dan seterusnya, Sebaliknya, sibukkanlah diri anda dengan kebajikan.

Tanya: “Apa yang akan anda katakan kepada wanita yang masih muda? Apa yang akan anda nasihatkan kepadanya?”

Ummu Shalih: “Jagalah Allah maka Dia akan menjagamu. Gunakanlah nikmat yang Allah berikan kepadamu dari kesehatan dan jalan dan kenyamanan hidup. Gunakanlah untuk menghafalkan Kitabullah. Inilah cahaya yang akan menghidupkan hatimu, hidupmu dan kuburmu setelah engkau mati. Dan jika engkau memiliki seorang ibu, maka berusahalah untuk mengajarinya, dan tidak ada nikmat yang lebih baik bagi seorang ibu darpada seorang anak shalih yang menolongnya untuk lebih dekat kepada Allah.”

Dipublikasikan pertama kali pada majalah Ad-Da’qah, no. 1552, 17 Rabiul Awal 1417 (1 Agustus 1996)
Transkrib dalam bahasa Inggris oleh: Ummu Maahir al-Amreekiyyah
Alih bahasa: Ummu Abdillah al-Buthoniyah.

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

http://amatullah83.blogspot.com/2009/11/menghafalkan-al-quran-di-usia-82-tahun.html

Assalamualaikum Wr.Wb.

Saudara-saudaraku sekalian.

Disini saya mengucapkan terima kasih banyak,terhadap mail-mail saudara,tertuju khusus kepada saya,baik itu berupa nasehat, saran, dukungan, kritikan, pujian dllnya. Saya tampung semua itu dgn senang hati. Yang dilayangkan lewat jalur umum maupun khusus. Meskipun dahulu saya pernah mengatakan, saya mohon maaf nggak dapat membalas mail semuanya. Nampaknya hal ini memang tidak dapat saya hindari lagi. Masih banyak juga yang masuk ke japri, mungkin sudah suratan saya, belajar sambil berkarya.

Percayalah,saya tidakkan marah, maupun keberatan, dgn permintaan-permintaan saudara sekalian,utk lebih banyak menulis artikel keagamaan, ataupun apalah namanya. Juga nasehat-nasehat serta bimbingan dari saudara semua.saya ucapkan terimakasih.Hanya

saja, kalau ada yang belum saya kabulkan permintaannya saya mohon maaf

Terkadang,saya merasa, bahwa yang diminta utk menuliskan ttg Metode menghafal Quran, cara berpakaian, berjilbab,dllnya..yang masih banyak lagi, saya rasa sudah saya tuliskan, beberapa bulan yang lalu, kalau saya forward kan nggak enak,s ama yang lain..? yang sudah pernah membacanya. Kalau nggak salah, saya masuk mailist ini, sehabis lebaran Idul Fitri yll, dan dari sekian banyak, saya lihat copyannya, ternyata banyak sekali.apalagi setelah saya gabungkan tanggapan-tanggapan dari saudara semua (surat-surat saudara semuanya, masih ada pada saya,mulai dari awal sekali, saya simpan baik-baik). Dan mohon didoakan saya, agar bisa berhasil dalam thesis (kuliyah) saya ini. Saya hanya takut, tugas belajar yang diberikan sangat sedikit, sementara yang saya teliti ratusan hadist.

Tapi, tak apa saya mengabulkan sedikit permitaan dari saudara,yang saya kira,cukup diperlukan bagi seorang Muslim yang ingin dekat pada Allah.

Pertama persiapan dalam menghafal Al Qur’an:

(Sejauh pengalaman saya yang menghafal Al Qur’an 30 juz, selama dalam jangka waktu 3 tahun, hanya inilah tambahan dari tulisan saya yang berlalu ttg bagaimana menghafal Qur’an itu,dalam hal ini,saya tak perlu memakai referensi, karena menghafal Qur’an itu butuh kesabaran, keuletan, dan ketelitian,):

1.Hati harus sangat bersih. jauhkan dari punya rasa sakit hati sesama teman, guru, orang tua, suami, istri,  anak, dllnya. Jangan sama sekali punya penyakit hati, percayalah, Al Qur’an tidakkan masuk kepada saudara, kalau hati saudara masih ada kotornya. Bayangkan saja, sumur, atau bak kamar mandi saudara, bila saudara ingin mengisi air baru kedalamnya, kalau tidak saudara bersihkan betul, yakinlah,warna airnya akan abu-abu. Begitu pula hati, kalau ingin dimasuki cahaya Al Qur’an. Penyakit hati itu sangat banyak, bisa saudara baca di buku-buku.Hasad, sombong, ta’ajjub, riya’, tak punya rasa kasih sayang sesama manusia, egois, dllnya.

2.Kalau ada kesalahan cepat-cepat minta maaf, jangan malu utk melakukan hal itu.

3.Jangan sama sekali bersikap kasar pada orang lain, jangan sakiti hatinya, tetapi bila ia mengritik saudara, hadapi dgn baik, lawan ia dgn argumen yang mantap, tanpa harus dgn kata-kata yang kasar, dan menyakitkan hati. Jangan lawan api dgn api. Tapi lawan api dgn air, dan harus pegang prinsip terhadap kandungan Al Qur’an.(tetapi ada masa-masa kita harus bertindak tegas.). Lihat sikon.

4.Lihat kembali mail yang saya tuliskan dalam masalah ini.(trip-trip mendidik diri dan anak dalam menghafal Qur’an) beberapa bulan yang lalu.

Do’a utk menghafal Qur’an:

a.) Banyak do’a utk itu. Salah satunya coba saudara lihat diakhir Al Qur’an yang sering dilantunkan orang dgn nyanyian (Allaahummarhamni bil Qur’an…dst fahami artinya,berdo’alah dgn khusyuk dan mengharap betul pada Allah,kalau saudara betul betul meresapinya,pasti saudara akan menangis.dan sering-seringlah menangis utk itu,juga utk menyesali perbuatan dan dosa,Air mata yang selalu keluar karena takut pada Allah,adalah mata yang ngak kesentuh oleh api neraka.Jangan terlalu banyak tertawa yang sampai melupakan diri kita pada Allah.

b) Do’a yang lain.Allahumma innani fuqaraa, faagnina, wainnani adzillah, fa’aijjani, bimannika, wajuudika, wafadlika, wakaramika, ya Ar hamarraahimiin” Artinya (Wahai Tuhanku,sesungguhnya aku sangat miskin,maka kayakanlah aku(dgn cahaya Al Qur’anMU), aku ini sangat lemah, maka kuatkanlah iman dan jiwaku itu dgn karuniaMU, kehebatanMU dan keutamaanmu, dan kelebihanMU, wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang.…

Shalat utk menghilangkan sifat pelupa

Shalat tsb,ada empat Rakaat, sebaiknya dilakukan pada malam hari, Dan di dalam keempat rakaat itu yang harus dibaca pada Ayat rakaat pertama dan kedua.harus hafal dulu beberapa surat dibawah ini:

Surah Yaasiin, Al Furqaan (keduanya dibaca di rakaat pertama) Kemudian Surah, Fushilaat dan Ad Dukkhaan (dibaca pada rakaat kedua). Nah sudah hafal belum..? kalau belum, dihafal dulu.

Cara yang termudah utk menghafal Qur’an adalah dgn:

a) Memahami betul artinya (lihat terjemahan) supaya nggak hilang-hilang, atau susah hilangnya.

b) Hafal menurut cerita, atau topiknya (satu-satu topic, karena Al Qur’an itu berbagian-bagian, misal,ttg orang bertaqwa, cerita nabi Adam, Nuh, dllnya.

c) Hafal ayat per ayat,jangan masuk pada ayat kedua sebelum hafal ayat yang pertama.

d) Ulangi kembali. Dan ketika menambah ayat yang selanjutnya ulangi lagi ayat yang sebelumnya..lakukan hal ini terus menerus, jangan sampai berhenti. pertama-tama yang kita hafal sangat sedikit,lama kelamaan akan banyak sendiri itu nantinya, karena itu sudah janji Allah (‘Allamal Insaanaa maalam ya’lam, Mengajarkan manusia, apa-apa yang tidak ia ketahui).

e) Setelah dihafal beberapa surat, bawa ia di dalam Shalat saudara, pasti disitu akan ketahuan, mana ayat ,atau kata-kata yang anda lupa.Baca saja semampu saudara. Setelah selesai shalat lihat lagi Al Qur’an sambungan ayat yang lupa itu tadi, hafal lagi.Begitulah

seterusnya.

f) Kalau menghafal Qur’an jangan tanggung-tanggung, hafal sampai 30 juz, karena kalau

tidak, maka ia akan bisa lupa kembali. Jangankan yang setengah,yang sudah hafal 30 juz saja masih sering lupa,dan harus diulang terus.

g) Menghafal Al Qur’an itu sangat mudah dan cepat, bisa tiga tahun, kalau kita mempunyai tugas lain, seperti belajar, kerja rumah, dllnya, tetapi mempertahankannya sangatlah beratnya…Sungguh sangat berat. (surat Annisaa,yang lumayan cukup sulit dan panjang itu, bisa dalam jangka tiga hari, sudah saudara hafal, tetapi bila telah lupa, mengulangnya, bisa sampai lebih dua bulan.Bayangkan itu..?!.

h) Yakinlah kalau saudara punya tekad dan kemauan yang kuat, utk menempuh sesuatu yang baik, pasti semua itu akan mudah. kalau nggak ada kemauan yang kuat, jangan harap anda akan hafal.

i) Hafal terus jangan bosan-dan mundur, dgn segala godaan dan rintangan,tak ada yang mudah dicapai utk menuju sesuatu yang baik itu.harus butuh kosentrasi yang kuat, dan waktu yang cukup.

h) Dan yang harus ada orang yang mau mendengarkan hafalan Qur’an saudara itu., tidak perlu harus di tempat yang formal. Di rumah juga bisa. Bila saudara telah berkeluarga, pada suami/istri, suruh dia dengarkan sambil ia sendiri melihat Qur’an. Bila belum, pada teman,kakak, adek, atau siapa  sih yang kita kenal dekat, sambil berjalan pun bisa. sambil

masak, di bis, dllnya, asal jangan di kamar mandi.

k)Tapi saudara jangan heran, bila saudara telah hafal Qur’an,pasti banyak peringatan-peringatan dari Allah, atas perbuatan saudara. Bisa jadi hukuman itu saudara rasakan didunia, setelah itu saudara disuruh bertaubat, minta maaf..begitulah seterusnya Jalan

menuju Allah. Jalannya Penghafal Qur’an.. Sekali lagi bersabar, tabah dan jaga hati. Hafal sampai 30 juz, jangan tanggung-tanggung. Sekali menyelam di lautan, minum saja airnya langsung. (Tapi jangan semua air lautan itu diminum, bisa-bisa saudara mati terapung…) Demikian dulu dari saya, sebelumnya saya tutup artikel ini dgn kata-kata:

Dari kapas dibuat benang

Dari benang dibuat kain

Barang (kata-kata) lepas jangan dikenang

Telah jadi milik orang lain

Kalau ada sumur diladang

Bisa kita menumpang mandi,

Kalau ada kata-kata yang salah

Pada saudara saya mohon maaf, pada Allah saya mohon ampun.

Wassalam (Rahima Rahim)


Arsip

Statistik Blog

  • 842.013 hits