Learn to Be A True Muslimah

Posts Tagged ‘islami

Bismillah..

Ada beberapa program sms taushiyah gratis yang dapat diikuti oleh para muslimin di seluruh dunia. Di dalam tulisan ini, akan ana tuliskan 4 jenis program taushiyah/sms gratis yang bisa diikuti. Taushiyah ini menggunakan Bahasa Indonesia. Manfaatkan dan renungi taushiyah ini sedalam-dalamnya. Insya Allah akan kita peroleh nasihat, hikmah, dan manfaat yang besar dunia akhirat. Amin

1. Taushiyah Gratis PWM CENTER

Taushiyah ini merupakan salah satu program dari Perpustakaan Wakaf Muslimin ‘Syaikh Al-Albani”. SMS Taushiyah yang berisi hadits-hadits Nabi ini dikirimkan tiap hari. Selain taushiyah, kadang dikirimkan pula info tentang kondisi muslimin saat ini. Selain itu, Anda juga dapat mengikuti kuis berhadiah buku terbitan PWM setiap pekan untuk 3 pemenang. Setiap pemenang mendapatkan 10 buah buku. Mau kan? 🙂 Makanya, daftar aja!

Bagaimana cara mendapatkan taushiyah ini?

1. Silahkan ketik :

Reg PWM_Nama_Alamat

2. Lalu pilih / ketik :

1 = (sanggup sebar ke 5no lain_pahala lebih dahsyat)

2 = (siap menerima saja)

3. Lalu kirim ke: +6281 915 330 551

Contoh Taushiyah PWM :

PWM CENTER_ Rasulullah bersabda: “Shiyam yang paling utama setelah shiyam Ramadhan adalah shiyam di bulan Muharram.” HR. Muslim

PWM CENTER_Rasulullah bersabda: “Shalat yang diikuti dengan shalat berikutnya tanpa amalan sia-sia di antara keduanya, pelakunya dicatat dalam golongan ‘Iliyin..” H.R.Abu Daud_hasan. Syarh: “Iliyin= golongan yang memiliki derajat tertinggi di hadapan Allah SWT

PWM CENTER_Quis PWM ke-3_Apa penutup antara mata jin dan aurat manusia ketika ia di dalam kamar mandi? Kirim: Nama_Alamat_Jawaban ke 081 915 330 551_Sabtu: 3 pemenang dapat @ 10 buku PWM


Untuk mengetahui lebih jauh tentang PWM “Syaikh Al-Albani”, silahkan kunjungi rumah mayanya di : http://www.maktabah-albani.blogspot.com


2. Taushiyah Gratis Hamalatul Qur’an wal Atsar (HQA)

Ini merupakan taushiyah yang berisi tentang tahfidzul qur’an dan ilmu dien terutama fiqih. Hamalatul Qur’an wal Atsar artinya pengemban amanah Qur’an dan Sunnah, biasa disingkat HQA. HQA sebenarnya nama sebuah pondok tahfidz yang akan didirikan di Solo sekitar satu tahun yang akan datang (khusus ikhwan). Gratiss!!

Bagaimana cara mendapatkan taushiyah ini?

1. Silahkan ketik:

REG_HQA_(Nama)_(Alamat)_JZKH

2. Kirim sms registrasi

Untuk akhwat, kirim ke : +6281 825 4645

Untuk ikhwan, kirim ke : +6281 931 678 876

Contoh Taushiyah HQA :

HQA KAMIS. DOA KUAT HAFAL QUR’AN. air zam2 manfaatnya tergantung niatan meminumnya <soheh>. ibnu hajar: aku minum zam2 dg doa: kumohon dya hafal spt imam dzahabi, akupun jadi kuat hafalan.

HQA JUMAT. DOA MASAK Nasi. bismillah dulu. ya Alloh aku mohon bantuanMU mau masak nasi. Alloh suka hamba selalu doa. apapun! ulama: sunggih kuminta tolong Allah untuk cari garam sekalipun.

HQA INFO. [Sss-tv.com]. DAHSYAT NIH. Dah ada tivi nyunah alias ngidupin sunah d dunia maya. YG siaran lgsg jam 9pagi/hr. Tp ada kajian 24 jam! Coba deh . . .

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang HQA, silahkan kunjungi rumah mayanya di: http://www.hqa.blogspot.com

3. Taushiyah Gratis TMTA (Taushiyah Majlis Tafsir Al-Abror)

Taushiyah ini merupakan taushiyah malam, terutama diperuntukkan bagi mereka yang menghadiri Majlis Tafsir Qur’an tiap pagi di MAsjid Al-Abror Solo. Berisi petikan taushiyah ustadz pemateri yang menggugah kelalaian, dari kajian di tempat lain, atau dari sebuah kitab. Taushiyah ini sangat baik disebarluaskan untuk menebar manfaat ilmu. Gratis..

Bagaimana cara mendapatkan sms taushiyah ini?

1. Silahkan ketik:

REG TMTA_(namamu)_(kotamu)

2. Kirim sms registrasi

Untuk akhwat, kirim ke : +62819 3109 0426

Untuk ikhwan, kirim ke Abu Majalis Al-‘Ilmi : +62878 3613 8618

Contoh Taushiyah TMTA:

TMTA Rabu 2/1/1431H. Fungsi belajar kepada guru, bukan dari buku: GURU AKAN MEMBERIKAN KEPADAMU, yang terbaik dari yang ia dengar! singkat, padat, jamil

TMTA Kamis 24/12/1431H. ULAMA. Ibnu Hajar penulis Fathul Bari: hafal qur’an usia 9 tahun. rihlah mencari ilmu usia 11 tahun. mengimami shalat di Makkah usia 12 tahun. Beliau merupakan ‘kloning’an dari Imam Dzahabi

TMTA Jumat 25/12/1431H_Syaikh Jazairi: jihad memiliki buah yang indah, yaitu beberapa orang kafir tobat dari kekafirannya. dalil: At-Taubah (9:15). Alhamdulillah, ada kitab tafsir AL-AISAR karya Syaikh Jazairi

Materi tentang TMTA ini juga ditampilkan di blog hqa, meskipun baru sebagian.

4. MIA (Mufrodat Indo-Arab)

Merupakan sms yang berisi kosakata-kosakata, ungkapan dan percakapan Bahasa Arab. Sangat bermanfaat untuk orang yang ingin mempelajari Bahasa Arab bagi pemula atau untuk mengingatkan kembali bagi orang yang pernah belajar Bahasa Arab. Bahasa Arab adalah Bahasa Al-Qur’an. Maka sangat penting bagi para muslimin untuk mempelajari dan mendalami bahasa ini. Gratis!

Bagaimana mendapatkan sms ini?

1. Silahkan ketik:

MIA_NAMA_ALAMAT_JZK KHR

2. Kirim sms registrasi:

Untuk akhwat, kirim ke: +62818254645

Untuk ikhwan, kirim ke: +6281 931 678 876

Contoh sms MIA:

MIA 30

Kalimat ada tiga macam:

1. isim = setiap lafal yang digunakan untuk menamai: manusia, hewan, tumbuhan, barang/apa2 yang lainnnya.

2. fi’il = setiap lafadl yang menunjukkan kepada terjadinya pekerjaan pada waktu tertentu

3. huruf = setiap lafadl yang tidak mempunyai makna yang sempurna kecuali harus bersama lafadl lainnya.

MIA 39

1. sho’bun – sahlun = susah – gampang

2. tsaqiilun – khofiifun = berat – ringan

3. maqbuulun – marduudun = diterima – ditolak

4. masyghuulun – ‘aathilun = sibuk – nganggur

MIA 40

1. ruznaamatun = kalender

2. mibrootun = ongkotan

3. birkaarun = jangka

4. miqoshshun = gunting

5. muusaa = silet

6. mimchaatun = stip

7. qolamul chibri = spidol

Blog mia baru dibuat. insya Allah ana sampaikan di sini kalau sudah layak dipublikasikan..

Alhamdulillah..

Sesungguhnya Islam telah memberikan tuntunan kepada pemeluknya yang akan memasuki jenjang pernikahan, lengkap dengan tata cara atau aturan-aturan Allah Subhanallah. Sehingga mereka yang tergolong ahli ibadah, tidak akan memilih tata cara yang lain. Namun di masyarakat kita, hal ini tidak banyak diketahui orang.

Pada risalah yang singkat ini, kami akan mengungkap tata cara penikahan sesuai dengan Sunnah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang hanya dengan cara inilah kita terhindar dari jalan yang sesat (bidah). Sehingga orang-orang yang mengamalkannya akan berjalan di atas landasan yang jelas tentang ajaran agamanya karena meyakini kebenaran yang dilakukannya. Dalam masalah pernikahan sesunggguhnya Islam telah mengatur sedemikian rupa. Dari mulai bagaimana mencari calon pendamping hidup sampai mewujudkan sebuah pesta pernikahan. Walaupun sederhana tetapi penuh barakah dan tetap terlihat mempesona. Islam juga menuntun bagaimana memperlakukan calon pendamping hidup setelah resmi menjadi sang penyejuk hati.

Berikut ini kami akan membahas tata cara pernikahan menurut Islam secara singkat.Hal-Hal Yang Perlu Dilakukan Sebelum Menikah

  1. Minta Pertimbangan
    Bagi seorang lelaki sebelum ia memutuskan untuk mempersunting seorang wanita untuk menjadi isterinya, hendaklah ia juga minta pertimbangan dari kerabat dekat wanita tersebut yang baik agamanya. Mereka hendaknya orang yang tahu benar tentang hal ihwal wanita yang akan dilamar oleh lelaki tersebut, agar ia dapat memberikan pertimbangan dengan jujur dan adil. Begitu pula bagi wanita yang akan dilamar oleh seorang lelaki, sebaiknya ia minta pertimbangan dari kerabat dekatnya yang baik agamanya.
  2. Shalat Istikharah
    Setelah mendapatkan pertimbangan tentang bagaimana calon isterinya, hendaknya ia melakukan shalat istikharah sampai hatinya diberi kemantapan oleh Allah Taala dalam mengambil keputusan.
    Shalat istikharah adalah shalat untuk meminta kepada Allah Taala agar diberi petunjuk dalam memilih mana yang terbaik untuknya. Shalat istikharah ini tidak hanya dilakukan untuk keperluan mencari jodoh saja, akan tetapi dalam segala urusan jika seseorang mengalami rasa bimbang untuk mengambil suatu keputusan tentang urusan yang penting. Hal ini untuk menjauhkan diri dari kemungkinan terjatuh kepada penderitaan hidup. Insya Allah ia akan mendapatkan kemudahan dalam menetapkan suatu pilihan.
  3. Khithbah (peminangan)
    Setelah seseorang mendapat kemantapan dalam menentukan wanita pilihannya, maka hendaklah segera meminangnya. Laki-laki tersebut harus menghadap orang tua/wali dari wanita pilihannya itu untuk menyampaikan kehendak hatinya, yaitu meminta agar ia direstui untuk menikahi anaknya. Adapun wanita yang boleh dipinang adalah bilamana memenuhi dua syarat sebagai berikut, yaitu:

    • Pada waktu dipinang tidak ada halangan-halangan syari yang menyebabkan laki-laki dilarang memperisterinya saat itu. Seperti karena suatu hal sehingga wanita tersebut haram dini kahi selamanya (masih mahram) atau sementara (masa iddah/ditinggal suami atau ipar dan lain-lain).
    • Belum dipinang orang lain secara sah, sebab Islam mengharamkan seseorang meminang pinangan saudaranya.

    Dari Uqbah bin Amir radiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa
    sallam bersabda: “Orang mukmin adalah saudara orang mukmin yang lain. Maka
    tidak halal bagi seorang mukmin menjual barang yang sudah dibeli saudaranya,
    dan tidak halal pula meminang wanita yang sudah dipinang saudaranya, sehingga saudaranya itu meninggalkannya.” (HR. Jamaah)
    Apabila seorang wanita memiliki dua syarat di atas maka haram bagi seorang laki-laki untuk meminangnya.

  4. Melihat Wanita yang Dipinang
    Islam adalah agama yang hanif yang mensyariatkan pelamar untuk melihat wanita yang dilamar dan mensyariatkan wanita yang dilamar untuk melihat laki-laki yang meminangnya, agar masing- masing pihak benar-benar mendapatkan kejelasan tatkala menjatuhkan pilihan pasangan hidupnyaDari Jabir radliyallahu anhu, bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:
    “Apabila salah seorang di antara kalian meminang seorang wanita, maka apabila ia mampu hendaknya ia melihat kepada apa yang mendorongnya untuk menikahinya.”
    Jabir berkata: “Maka aku meminang seorang budak wanita dan aku bersembunyi untuk bisa melihat apa yang mendorong aku untuk menikahinya. Lalu aku menikahinya.” (HR. Abu Daud dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Sunan Abu Dawud, 1832). Adapun ketentuan hukum yang diletakkan Islam dalam masalah melihat pinangan ini di antaranya adalah:

    • Dilarang berkhalwat dengan laki-laki peminang tanpa disertai mahram.
    • Wanita yang dipinang tidak boleh berjabat tangan dengan laki- laki yang meminangnya.
  5. Aqad Nikah
    Dalam aqad nikah ada beberapa syarat dan kewajiban yang harus dipenuhi:

    • Adanya suka sama suka dari kedua calon mempelai.
    • Adanya ijab qabul.
      Ijab artinya mengemukakan atau menyatakan suatu perkataan. Qabul artinya menerima. Jadi Ijab qabul itu artinya seseorang menyatakan sesuatu kepada lawan bicaranya, kemudian lawan bicaranya menyatakan menerima. Dalam perkawinan yang dimaksud dengan “ijab qabul” adalah seorang wali atau wakil dari mempelai perempuan mengemukakan kepada calon suami anak perempuannya/ perempuan yang di bawah perwaliannya, untuk menikahkannya dengan lelaki yang mengambil perempuan tersebut sebagai isterinya. Lalu lelaki bersangkutan menyatakan menerima pernikahannya itu. Diriwayatkan dalam sebuah hadits bahwa:
      Sahl bin Said berkata: “Seorang perempuan datang kepada Nabi shallallahu alaihiwa sallam untuk menyerahkan dirinya, dia berkata: “Saya serahkan diriku kepadamu.” Lalu ia berdiri lama sekali (untuk menanti). Kemudian seorang laki-laki berdiri dan berkata: “Wahai Rasulullah kawinkanlah saya dengannya jika engkau tidak berhajat padanya.” Lalu Rasulullah shallallahu alaih wa sallam bersabda: “Aku kawinkan engkau kepadanya dengan mahar yang ada padamu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
      Hadist Sahl di atas menerangkan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah mengijabkan seorang perempuan kepada Sahl dengan mahar atau maskawinnya ayat Al-Quran dan Sahl menerimanya.
    • Adanya Mahar (mas kawin)
      Islam memuliakan wanita dengan mewajibkan laki-laki yang hendak menikahinya
      menyerahkan mahar (mas kawin). Islam tidak menetapkan batasan nilai tertentu
      dalam mas kawin ini, tetapi atas kesepakatan kedua belah pihak dan menurut kadar kemampuan. Islam juga lebih menyukai mas kawin yang mudah dan sederhana serta tidak berlebih-lebihan dalam memintanya.
      Dari Uqbah bin Amir, bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:
      “Sebaik-baik mahar adalah yang paling ringan.” (HR. Al-Hakim dan Ibnu Majah, shahih, lihat Shahih Al-Jamius Shaghir 3279 oleh Al-Albani)
    • Adanya Wali
      Dari Abu Musa radliyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah sah suatu pernikahan tanpa wali.” (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud no.
      1836).Wali yang mendapat prioritas pertama di antara sekalian wali-wali yang ada adalah ayah dari pengantin wanita. Kalau tidak ada barulah kakeknya (ayahnya ayah), kemudian saudara lelaki seayah seibu atau seayah, kemudian anak saudara lelaki. Sesudah itu barulah kerabat-kerabat terdekat yang lainnya atau hakim.
    • Adanya Saksi-Saksi
      Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
      “Tidak sah suatu pernikahan tanpa seorang wali dan dua orang saksi yang adil.” (HR. Al-Baihaqi dari Imran dan dari Aisyah, shahih, lihat Shahih Al-Jamius Shaghir oleh Syaikh Al-Albani no. 7557).
      Menurut sunnah Rasul shallallahu alaihi wa sallam, sebelum aqad nikah diadakan khuthbah lebih dahulu yang dinamakan khuthbatun nikah atau khuthbatul-hajat.
  6. Walimah
    Walimatul Urus hukumnya wajib. Dasarnya adalah sabda Rasulullah shallallahu alaih wa sallam kepada Abdurrahman bin Auf:
    “….Adakanlah walimah sekalipun hanya dengan seekor kambing.” (HR. Abu Dawud dan dishahihkan oleh Al-Alabni dalam Shahih Sunan Abu Dawud no. 1854)
    Memenuhi undangan walimah hukumnya juga wajib.”Jika kalian diundang walimah,
    sambutlah undangan itu (baik undangan perkawinan atau yang lainnya). Barangsiapa yang tidak menyambut undangan itu berarti ia telah bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Bukhari 9/198, Muslim 4/152, dan Ahmad no.
    6337 dan Al-Baihaqi 7/262 dari Ibnu Umar).
    Akan tetapi tidak wajib menghadiri undangan yang didalamnya terdapat maksiat
    kepada Allah Taala dan Rasul-Nya, kecuali dengan maksud akan merubah atau menggagalkannya. Jika telah terlanjur hadir, tetapi tidak mampu untuk merubah atau menggagalkannya maka wajib meninggalkan tempat itu.
    Dari Ali berkata: “Saya membuat makanan maka aku mengundang Nabi shallallahu
    ‘alaihi wa sallam dan beliaupun datang. Beliau masuk dan melihat tirai yang bergambar maka beliau keluar dan bersabda:
    “Sesungguhnya malaikat tidak masuk suatu rumah yang di dalamnya ada gambar.”
    (HR. An-Nasai dan Ibnu Majah, shahih, lihat Al-Jamius Shahih mimma Laisa fis
    Shahihain 4/318 oleh Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadii).
    Adapun Sunnah yang harus diperhatikan ketika mengadakan walimah adalah sebagai berikut:

    • Dilakukan selama 3 (tiga) hari setelah hari dukhul (masuk- nya) seperti yang dibawakan oleh Anas radliallahu ‘anhu, katanya:
      Dari Anas radliallahu ‘anhu, beliau berkata: “Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam telah menikahi Shafiyah dengan maskawin pembebasannya (sebagai tawanan perang Khaibar) dan mengadakan walimah selama tiga hari.” (HR. Abu Yala, sanadhasan, seperti yang terdapat pada Al-Fath 9/199 dan terdapat di dalam Shahih Bukhari 7/387 dengan makna seperti itu. Lihat Adabuz Zifaf fis Sunnah Al-Muthaharah oleh Al-Albani hal. 65)
    • Hendaklah mengundang orang-orang shalih, baik miskin atau kaya sesuai denganwasiat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:
      “Jangan bersahabat kecuali dengan seorang mukmin dan jangan makan makananmu kecuali seorang yang bertaqwa.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Al-Hakim dari Abi Said Al-Khudri, hasan, lihat Shahih Al-Jamius Shaghir 7341 dan Misykah Al-Mashabih 5018).
    • Sedapat mungkin memotong seekor kambing atau lebih, sesuai dengan taraf ekonominya. Keterangan ini terdapat dalam hadits Al-Bukhari, An-Nasai, Al-Baihaqi dan lain-lain dari Anas radliallahu ‘anhu. Bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kepada Abdurrahman bin Auf:
      “Adakanlah walimah meski hanya dengan seekor kambing.” (HR. Abu Dawud dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud no. 1854) Akan tetapi dari beberapa hadits yang shahih menunjukkan dibolehkan pula mengadakan walimah tanpa daging. Dibolehkan pula memeriahkan perkawinan dengan nyanyi-nyanyian dan menabuh rebana (bukan musik) dengan syarat lagu yang dinyanyikan tidak bertentangan dengan ahklaq seperti yang diriwayatkan dalam hadits berikut ini:
      Dari Aisyah bahwasanya ia mengarak seorang wanita menemui seorang pria Anshar. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai Aisyah, mengapa kalian tidak menyuguhkan hiburan? Karena kaum Anshar senang pada hiburan.” (HR. Bukhari 9/184-185 dan Al-Hakim 2/184, dan Al-Baihaqi 7/288). Tuntunan Islam bagi para tamu undangan yang datang ke pesta perkawinan hendaknya mendoakan kedua mempelai dan keluarganya.Dari Abi Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaih wa sallam jika mengucapkan selamat kepada seorang mempelai, beliau mengucapkan doa: “Mudah-mudahan Allah memberimu berkah. Mudah-mudahahan Allah mencurahkan keberkahan kepadamu dan mudah – mudahan Dia mempersatukan kalian berdua dalam kebajikan.” (HR. Said bin Manshur di dalam Sunannya 522, begitu pula Abu Dawud 1/332 dan At-Tirmidzi 2/171 dan yang lainnya, lihat Adabuz Zifaf hal. 89)

    Adapun ucapan seperti “Semoga mempelai dapat murah rezeki dan banyak anak” sebagai ucapan selamat kepada kedua mempelai adalah ucapan yang dilarang oleh Islam, karena hal itu adalah ucapan yang sering dikatakan oleh Kaum jahiliyyah.
    Dari Hasan bahwa Aqil bin Abi Thalib menikah dengan seorang wanita dari Jisyam.Para tamu mengucapkan selamat dengan ucapan jahiliyyah: “Bir rafa wal banin.” Aqil bin Abi Thalib mencegahnya, katanya: “Jangan kalian mengatakan demikian karena Rasulullah melarangnya.” Para tamu bertanya: ” Lalu apa yang harus kami ucapkan ya Aba Zaid?” Aqil menjelaskan, ucapkanlah: “Mudah- mudahan Allah memberi kalian berkah dan melimpahkan atas kalian keberkahan.” Seperti itulah kami diperintahkan. (HR. Ibnu Abi Syaibah 7/52/2, An-Nasai 2/91, Ibnu Majah 1/589 dan yang lainnya, lihat Adabuz Zifaf hal. 90)

Demikianlah tata cara pernikahan yang disyariatkan oleh Islam. Semoga Allah Taala memberikan kelapangan bagi orang- orang yang ikhlas untuk mengikuti petunjuk yang benar dalam memulai hidup berumah tangga dengan mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu alaih wa sallam. Mudah-mudahan mereka digolongkan ke dalam hamba-hamba yang dimaksudkan dalam firman-Nya: “Yaitu orang-orang yang berdoa: Ya Rabb kami, anugerahkan kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami). Dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa.” (Al-Furqan: 74).

Maraji:
· Fiqhul Marah Al-Muslimah, Ibrahim Muhammad Al-Jamal.
· Adabuz Zifaf fis Sunnah Al-Muthahharah, Syaikh Nashiruddin Al-Albani.
dari : Web Sdr. SEPTIAJI EKO NUGROHO

Sumber : http://khabib.staff.ugm.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=12:proses-tata-cara-pernikahan-yang-islami&catid=10:religius&Itemid=15

A. PROGRAM YANG AKAN DILAKSANAKAN

1. Departemen Kajian dan Dakwah :
a. Kursus Tahsin Al-Qur’an dan Bahasa Arab, dilaksanakan tiap 2 pekan sekali di Ruang TPA Masjid At-Taqwa Jetak dari pukul 09.00-11.00WIB (atau sampai 12.00 WIB). Dilaksanakan mulai tanggal 17 Mei 2009 hingga Agustus 2009.
b. Penelitian dan pendataan kegiatan kajian muslimah / liqo’ tiap masjid di Wonorejo. Metode yang digunakan adalah wawancara dan pengisian dokumen.

2. Departemen Media dan Informasi
a. Pembuatan Pocket Magazine tentang Al-’Ilmu bekerjasama dengan FOSRI. Majalah ini tidak dikhususkan untuk muslimah tetapi untuk umum (ikhwan-akhwat). (Isi majalah : FOSWAT, desain cover dan halaman : FOSRI).
b. Penempelan Serum (Seruan Muslimah) berupa taushiyah yang ditempel di masjid tiap bulan. Tema : Hakikat Ketampanan dan Kecantikan.

3. Departemen Dana Usaha (Kewirausahaan)
a. Permintaan donatur tetap tiap masjid di Desa Wonorejo (baik dari Pool Barat, Pool Tengah, dan Pool Timur) dari bulan Mei-Desember 2009.
b. Promosi Jilbab Syar’i untuk Muslimah se-Wonorejo dan sekitarnya. (pembuatan jilbab berdasarkan pesanan).

4. Departemen Kaderisasi (Pengembangan Sumber Daya Manusia)
a. Pelatihan Menulis Artikel Islami hingga Menerbitkan Buku (5 kali pertemuan, dimulai 31 Mei 2009 pukul 13.00-15.00 WIB).

B. PEMBAHASAN KEGIATAN INTERNAL

1. Program Pembinaan Da’iyyah
Tujuan : Silaturahmi Pengurus & Bidang Nisaa’ antar Masjid Wonorejo.
Materi : Fiqih Ibadah, Fiqih Dakwah Muslimah, Tazkiyatun Nafs, Manajemen Diri dan Organisasi. Kegiatan : Pembekalan materi, Koordinasi Liqo’ tiap masjid, Sholat Jama’ah, Muhasabah, Sholat Tahajud, Pembacaan Hadits Riyadhus Shalihin.
Teknis pelaksanaan : sebulan sekali, mabit (menginap) tiap hari Sabtu Pekan Ke-1 pukul 18.00 s.d 05.00 WIB, tempat menyesuaikan.

Untuk Bulan Juni 2009, pembinaan da’iyyah dilaksanakan di Sugihwaras.

2. Penerbitan Buletin Lu’lu-ah Edisi 26 / Tahun IV / 2009.

3. Iuran Pengurus
Setiap pengurus membayar iuran wajib sebesar Rp 10.000,- per bulan.

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Allahumma yusahhil. Amin

Kuliah Pra Nikah & Manajemen Rumah Tangga Islami
”Kusongsong Pernikahan yang Full Barokah”

Alhamdulillahirobbil ’alamiin, beberapa hari Ahad di bulan Februari ini saya telah mengikuti kegiatan kuliah pra nikah yang diadakan oleh Lembaga Dakwah Kampus LDK USAHID. Pertama kali lihat pamfletnya di Gedung A FMIPA UNS, saya langsung tertarik karena desainnya bagus dan terdapat penjelasan yang detail mengenai isi materi perkuliahan dan pembicaranya tiap pekan. Saya mendaftarkan diri dalam kuliah singkat ini dan mengikuti tiap perkuliahannya dengan antusias. Betapa senangnya…bisa dapat ilmu 

Meskipun terbuka untuk umum, tapi kelas putra dan kelas putri dipisah. Pada sebagian pertemuan ada yang dilakukan dalam satu ruangan, yaitu di aula. Pada saat seperti ini peserta ikhwan dan akhwat dapat menimba ilmu dari dua pembicara yang hadir.

Acara ini diselenggarakan di Universitas Sahid Surakarta yang berlokasi di Jln. Adi Sucipto No. 154 Surakarta. Beberapa pihak yang mendukung acara ini antara lain : Yayasan Nurul Karim, Lembaga Qur’an Al-Itqan, Swalayan Aqilla, dan Harian Joglo Semar. Berikut jadwalnya :

STADIUM GENERAL
Hari/Tanggal : Ahad, 1 Februari 2009 dan 15 Maret 2009
Waktu : 09.00 – 11.30 WIB
Tempat : Aula Universitas Sahid Surakarta
Kontribusi : Rp. 10.000,- / SG (Stadium General)
Pembicara :
SG I : 1. Ustadz Adi Setiasi (Fiqih Munakahat)
2. Ustadz Awan Setiawan (Psikologi Pernikahan)
SG II : Ustadz M. Manaf Amin (Fiqih Parenting & Mencetak Generasi Rabbani dan Qur’ani)

PELAKSANAAN KULIAH
Hari/Tanggal : Setiap Ahad, 8 Februari 2009 – 8 Maret 2009
Waktu : 12.30 – 14.30 WIB
Tempat : Ruang Kelas Universitas Sahid Surakarta
Kontribusi : Rp. 75.000,- (sudah termasuk biaya stadium general)
Fasilitas : Ruangan ber-AC, Snack, Sertifikat, Blocknote, Makalah, Doorprize

MATERI KULIAH
Ahad, 8 Februari 2009
Tema : Mempersiapkan Bekal Menikah (aspek ruhiyah, psikologi, fisik, materi, ilmu)

Pembicara : 1. Ustadz Amir Junaedi, 2. Ustadzah Farida Nur ’Aini

Ahad, 15 Februari 2009
Tema : Proses Ta’aruf – Pernikahan
(Batasan-Batasan, Jalur Wasilah, Sumber Informasi, Teknis Ta’aruf, Teknis Khitbah, Akad Nikah, Teknis Walimah)
Pembicara : 1. Ustadz Salim A. Fillah, 2. Ustadzah Nur Silaturrohmah, Lc

Ahad, 22 Februari 2009
Tema : Kesehatan Pra dan Pasca Nikah
(Medical Check-Up Pra Nikah, Konsepsi Pendidikan Seksual, Menjaga Kesehatan Reproduksi Pasangan)
Pembicara : 1. dr. Yusuf Alam, 2. dr. Retno

Ahad, 1 Maret 2009
Tema : Membangun Komunikasi dengan Pasangan dan Keluarga Pasca Nikah
Pembicara : 1. Ustadz Yadi Purwanto, 2. Ustadzah Budi Lestari

Ahad, 8 Maret 2009
Tema : Manajemen Konflik Menuju Keluarga Sakinah, Mawaddah, Wa Rahmah
Pembicara : 1. Ustadz Setyo Purwanto, M. Si, 2. Ustadzah Dra. Suci Murti Karini, M. Si

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Untuk sahabatku yang membutuhkan file-file presentasi dalam acara ini, bisa menghubungi saya, ok! ^_^


Arsip

Statistik Blog

  • 821.188 hits