Learn to Be A True Muslimah

Posts Tagged ‘makharijul huruf

Alhamdulillah, beberapa hari kemarin saya pergi ke Kota Batu di Jawa Timur, dekat kota Malang. Di sana pemandangannya sangat indah, sejuk, bersih dari polusi, dan tenang dari bising. Di sana saya bertemu dengan salah seorang hafidzah yang mengajar di SMP IT Al-Izzah. Kami pun berbincang asyik. πŸ™‚

Alhamdulillah, Allah mendekatkanku dengan cita-citaku. Di sana ada pondok tahfidz yang dikelola oleh seorang hafidz bersanad ‘aly. Kata sahabat yang baru saja kukenal itu, hafidz tersebut memiliki makharijul huruf paling bagus se-Indonesia, namanya Ustadz Sufyan. Lalu ana pun bertanya, beliau punya sanad ke berapa? Saat itu sahabatku tidak bisa langsung menjawab dengan pasti, lalu dia mau menanyakan lebih dahulu kepada sahabatnya yang lain.

“Sanadnya ke-23, ukh.”, kata sahabatku.

“Masak sih, ukh. Setahuku, sanad tertinggi di dunia saat ini adalah sanad ke-27 atau ke-28. Pemilik sanad ke-27 aja sudah sepuh, dan mungkin hampir meninggal dunia.”, jawabku saat itu. (ternyata, pemilik sanad ke-27 di Syiria sudah meninggal tahun ini.. 😦 )

Ana kira sanad Ustadz Sufyan adalah sanad ke-23 seperti penuturan sahabatku. Namun, alhamdulillah, ada hamba Allah yang mau meluruskan dan inilah maksud tulisan ini ana tulis, untuk mendapatkan jawaban yang benar tentang jawaban sahabatku itu.

Ternyata, sanad Ustadz Sufyan adalah ke-27 atau ke-28, seperti komentar di bawah. Ini termasuk sanad yang sangat tinggi. Ana kira, sanad tertinggi di dunia itu hanya ada di negara Arab atau Timur Tengah. Alhamdulillah, ternyata di Indonesia juga ada hafidz beersanad ‘aly tingkat dunia. Ini artinya, untuk saat ini, Sanad Al-Qur’an tertinggi di Indonesia = Sanad Al-Qur’an teringgi di Dunia… πŸ™‚

Bagi para hafidz/ah pemburu sanad, sebaiknya datang ke beliau untuk belajar sebelum ilmu itu dicabut. Karena dicabutnya ilmu itu dengan wafatnya para ulama. Memang tidak mudah. Saya berkata pada sahabatku, kalau orang sudah punya sanad itu, tidak ada satu pun kesalahan dalam hafalannya. Sahabatku itu pun membenarkan. Lalu sahabatku itu pun bercerita singkat. Salah satu yang sudah dapat sanad dari beliau adalah putranya.

Dari hafalannya yang 30 juz yang disetorkan ke Ustadz Sufyan itu, beliau hanya salah satuu saja, yaitu di madd-nya. Eh, diminta ngulang lagi dari awal. Padahal kalau kita di mahad tafhidz, biasanya disalahkan kalau itu berupa kesalahan jaliy (kesalahan yang jelas/nampak) saja.. atau pernah juga sebagian kecil dari kesalahan khafiy (kesalahan yang samar).. (tapi ini sangat jarang).

Yah, begitulah. Sangat sulit untuk mendapatkan keutamaan para ahlu qur’an ini, tapi tetap bisa diraih dengan doa, kesungguhan, ketekunan, dan kesabaran.. insya Allah.. bi idznillah.. Amin

Bismillah..

Suatu malam di suatu rumah penuh berkah yang sekaligus digunakan sebagai lokasi ma’had..

“Perhatikan..Ana akan mengucapkan sebuah huruf dua kali.”, ucap ustadzah. Beliau akan melafalkan sebuah huruf hijaiyah berharakat fathah dua kali dan ana diminta untuk memperhatikan. Lalu beliau melanjutkan..

“Sya”

“Sya”

Beliau mengucapkan huruf syin dua kali, lalu memintaku untuk menjawab pertanyaan.

“Manakah yang benar? Huruf syin yang pertama atau yang kedua?”

Aku berpikir dan berusaha membedakannya. Tapi tidak bisa, dua huruf itu terdengar sama baik dalam penglihatan maupun pendengaranku. Penglihatan dengan cara melihat gerakan mulut dan pendengaran dengan cara mendengarkan dengan telinga.

Lalu aku pun menjawab, “Semuanya sama, Ustadzah. Semuanya benar. Tidak ada yang salah.”

Ternyata, kedua huruf yang diucapkan tadi tidak sama. Salah satu ada yang benar, salah satu ada yang salah. Ustadzah mengulang pelafalan huruf itu dua kali. Beliau ingin ana memperhatikannya dan medengarkannya dengan lebih teliti lagi.

“Sya”

“Sya”

“Mana yang salah?”, tanya ustadzah sekali lagi.

“Ustadzah, semuanya kelihatan sama. Ana tidak bisa membedakannya.”, jawabku sambil agak takut2 karena ana benar2 tidak tahu bedanya.. πŸ™‚

= = = = =

Itulah sepenggal cerita ketika dulu ana belajar tahsin. Ana benar2 kagum, ternyata untuk mengucapkan SATU BUAH HURUF HIJAIYAH saja ada ilmunya. Itu sama sekali belum pernah terpikir di benakku sebelumnya. Ilmu itu adalah “Makharijul huruf” atau ilmu tahsin.

Apa saja buku yang digunakan untuk belajar tahsin? Bagaimana cerita selanjutnya?Bagaimana teman2 yang lainnya? Nantikan saja kisah selanjutnya..

Insya Allah disambung lagi lain waktu..

Bismillah…

Alhamdulillah, sebagai kelanjutan dari Program “Daiyyah Sukses”, maka kami beberapa akhwat akan mengadakan dauroh Al-Qur’an di Solo. Pengurusnya sekitar 17 orang, sebagian besar adalah para tholibat Ma’had Abu Bakar Ash-Shiddiq, baik bagian Lughoh ‘Arobiyyah ataupun Tahfidzul Qur’an. Dalam merencanakan program ini, kami dibimbing oleh Ustadzah ‘Ainul Millah, Lc.

Untuk itu, kami mengadakan rapat dan persiapan. Untuk pekan ini adalah menyiapkan materi yang disampaikan, dibagi menjadi 3 kelompok : mukadimah, tahsinul qur’an (makharijul huruf), dan ilmu tajwid. Ana berada di kelompok pembuatan diktat “ilmu tajwid”, mendapat bagian mengetik dan membuat slidenya setelah dibahas bersama (lebih berat nih…Allahu Musta’an..).

Ini adalah program keluar untuk para muslimah, terutama di solo dan sekitarnya…

Sedangkan program internalnya juga masih ada, yaitu : kajian ilmu, membuka kitab-kitab digital, latihan berceramah.. dsb. Tujuanya adalah mengantarkan kita menjadi daiyyah, ‘alimah, mujahidah, yang siap berdakwah… plus hafidzah tentu.. πŸ™‚ (untuk para tholibat Tahfidzul Qur’an).

= = = = = = = = = = =

Allahumma laa sahla illaa maa ja’altahu sahlaa wa anta taj’alul hazna idzaa syi’ta sahlaa…

Amin.


Arsip

Statistik Blog

  • 821.185 hits