Learn to Be A True Muslimah

Posts Tagged ‘muslimah

Bismillah..

Alhamdulillah, puji syukur atas nikmat dan karunia-Nya yang tak terputus dan tak terhingga. Hari ini adalah hari yang cerah, indah dan penuh berkah, insya Allah. Salah satu santriwati kami berhasil menyelesaikan hafalan 15 juz dalam waktu kurang lebih 8 bulan (September 2012-April 2013). Pada sore hari kami duduk melingkar untuk menyaksikan peristiwa yang berkesan ini, yaitu setoran halaman terakhir juz ke-15, yaitu juz 13. Hafalan santriwati takhasus dimulai dari juz 30, juz 29, kemudian dilanjutkan juz 1 s/d juz 13.

Sebenarnya jumlah  hafalan 15 juz ini adalah target minimal yang harus dicapai dalam 2 tahun. Namun, alhamdulillah.. belum mencapai satu tahun sudah ada santriwati yang mencapainya. Teman2 mengucapkan “ALHAMDULILLAAH..” serentak di masjid sekolah, Masjid Baitul ‘Izzah. Setelah selesai setoran, ananda yang bernama Nabila Syukrani ini mencium tangan para ustadzahnya. Suasana senang dan haru melingkupi kami. Banyak santriwati lain yang terinspirasi dan ingin mengikuti jejaknya.

“Ustadzah.., ana mbooking khatam 15 juz yang ke-3!”, kata salah satu santriwati yang bernama Shafa Safira Rabbani. Dia adalah salah satu murid terbaik kami. Selain mengejar target kuantitas hafalan, juga menargetkan kualitas hafalannya ketika ziyadah (hafalan lancar dan sesuai tajwid) dan muraja’ah (nilai ujiannya selalu mendaatkan SB/Sangat Baik – tanpa kesalahan).

Alhamdulillaah.. semoga kita semua makin mencintai Al-Qur’an.. semakin meningkat hafalan kita dan makin baik amal ibadah kita.. Aamiin.. 🙂

Bismillah.

Alhamdulillah, Allah mengabulkan apa yang terbersit dalam hatiku, meski aku tidak pernah memintanya di lisanku. Aku pernah berharap agar bisa berkumpul dengan orang-orang shalih dan membangun bi’ah di sana, kurang lebih satu tahun.

Sekolah Al-Izzah adalah sekolah impianku. Tempatnya sangat sejuk, indah dan nyaman. Ketika pertama kali datang ke sana, sebagian orang akan berkomentar kalau sekolah ini seperti hotel. Memang, dari segi kebersihan, kerapian, keindahan, dan keasriannya sangat mirip dengan hotel. Sebagai gambarannya, mirip Hotel Lor In di Solo.

“Hal nudh-dhifat haadhihil hujroh? Apakah kamar ini sudah dibersihkan?”

“Nadh-dhifna wa rottibna! Bersihkan dan Rapikan!”

“Laisa tahtas-sariir syai-un! laisa ‘alal maktab syai-un”

Begitulah kira2 hal yang diucapkan murabbiyah ketika memasuki kamarsantri. Kamar santri harus benar2 bersih dan rapi, termasuk kamar mandi dan tempat cucian di bagian belakang. Saat orientasi masuk sekolah, para santri sudah diajari bagaimana cara membersihkan kamar, merapikan tempat tidur, menyetrika baju dengan standar tinggi, seperti yang diajarkan dalam ilmu perhotelan, tepatnya ilmu tata graha.

 

Alhamdulillah, di Al-Izzah aku bertemu dengan muslimah2 yang sangat baik dan sholihah, juga memiliki keinginan yang kuat dalam meghafal dan menjaga hafalan alqur’an. Aku bertemu dengan para hafidzah dari berbagai pondok pesantren. Kami saling berbagi cerita tentang metode menghafalquran yang diterapkan di pondok kami. Selain itu, di sekolah ini diajarkan kebiasaan yang  baik dari bangun tidur hingga tidur lagi. Salah satu motto yang kuterapkan di sini adalah: make habits so habits make you.

Pukul 3 pagi terdengarlah suara murattal dari para syaikh. Para murabbiyah mulai kontrol ke kamar untuk membangunkan para santri, terutama yang masih kelas 7. Mereka wajib mandi pagi sebelumshubuh lalu pergi kemasjid untuk salat tahajud.

Setelah shalat shubuh, para santri menghafal al-qur’an, disetorkan pada ustadzah tahfidznya masing2 (untuk kelas takhasus), atau disetorkan ke tentor tahfidz (untuk kelas cambridge = internasional). Kelas takhasus menghafal di 3 waktu dalam satu hari, yaitu setelah shubuh, setelah ashar, dan setelah maghrib. Target hafalannya 7 juz di kelas 7, dan 15 juz ketika sudah kelas 8. Sedangkan target kelas 9 adalah muraja’ah, melancarkan, dan menjaga semua hafalan yang dimiliki.

Bismillah..

Ini ada sedikit kisah menarik  yang saya ambil dari sebuah buku yang sangat menarik perhatian para muslimah. Nama Muslim dan Muslimah dalam ilustrasi ini hanyalah nama samaran. Semoga menginspirasi.. 🙂

= = = = =

PEMUDA DAN PEMUDI YANG MENJAGA DIRI

Muslimah, adalah seorang gadis yang menutupi kecantikannya semaksimal mungkin. Dia tidak menampakkan kepada siapapun ketika masih lajang. Ia hanya menampakkannya ketika dia sudah menjalani kehidupan berumah tangga. Masa SMA dan universitas ia jalani dengan baik, tanpa terkotori oleh noda pacaran sama sekali.

Muslim, adalah seorang pemuda yang beriman. Dia menjadi muslimah semasa belajar di kampus. Keimanannya mendorong dia tekun dalam belajar dan menjalani studi di perguruan tinggi. Akhirnya dia lulus sebagai sarjana dengan predikat cum laude. Walaupun nilainya bagus, tetapi usaha wiraswasta yang dirintis Muslim kurang sukses. Dia hidup serba kekurangan, tetapi tetap mandiri, tak pernah minta belas kasihan orang lain, termasuk dari orang tuanya sendiri.

MEMILIH PENDAMPING TERBAIK

Tibalah saatnya Muslim memilih pendamping hidupnya. Siapa yang dia pilih? Dia memilih Muslimah. Mengapa? Apakah karena Muslimah berwajah cantik dan berpenampilan menarik? Bukan, bahkan Muslim sudah lupa dengan raut wajah Muslimah, karena dia hanya melihatnya sekali atau dua kali, itu pun karena tidak sengaja. Muslim memilih Muslimah karena dari sekian banyak wanita yang dia kenal, hanya Muslimah yang sangat menjaga pergaulannya dengan lelaki.

Empat setengah tahun keduanya duduk di dalam kelas yang sama dan menjalani kuliah di ruang yang sama, tetapi jumlah percakapannya dengan Muslimah masih dapat dihitung dengan jari, artinya tidak sampai sepuluh kali. Tidak hanya kepada dirinya, Muslimah juga bersikap yang sama dengan semua teman lelakinya. Tidak berbicara ketika sangat perlu, itu pun dengan menundukkan wajahnya.

Bagi Muslim, wanita seperti itu sangat mahal harganya, maka dia ingin memilikinya. Muslim tidak peduli dengan penampilan luar Muslimah. Tidak peduli apakah dia cantik atau jelek, apakah dia kurus atau gemuk, apakah dia berkulit kunit langsat atau berkulit sawo matang nan gelap. Muslim ingin membeli ketakwaannya, rasa malunya yang sedemikian besar, dan kekuatannya dalam menjaga kehormatan dirinya.

Akhirnya, Muslim meminang Muslimah. Muslimah menerima pinangan itu bukan karena Muslim adalah pemuda yang tampan, bukan karena dia bergelimang harta, bukan karena dia teman kuliahnya yang berhasil meraih kelulusan cecara cum laude. Bukan itu semua. Muslimah menerimanya karena Muslim adalah pemuda yang paling menjaga dirinya dalam pergaulan dan teguh dalam membentengi dirinya dengan muraqabah, iman dan taqwa.

Muslim menikah dengan Muslimah. Sesaat setelah pernikahan barulah Muslim mengetahui betapa cantiknya Muslimah. Kecantikan batin ternyata berdampak positif terhadap kecantikan dhahir. Muslim berbahagia karena hanya dirinya yang bisa menikmati kecantikan istrinya itu, sebab si istri hanya menampakkanya pada suami tercinta, bukan yang lain.

Sesaat setelah menikah, barulah Muslimah tahu betapa tampannya Muslim. Selama ini dia hampir tak pernah melihat wajah Muslim. Keindahan dan keteguhan hati Muslim ternyata memengaruhi penampilan luarnya. Dia mencintai orang yang baru saja menjadi suaminya itu luar dalam, karena Allah Ta’ala.

Apakah berhenti di sini? Tidak. Mari kita simak bersama-sama.

Karena Muslim selalu menundukkan pandangannya dari gadis lain atau wanita lain selain istrinya, maka dia selalu mendapati istrinya sebagai wanita tercantik di seluruh dunia. Bayangan wajah istrinya dan kemanisan tutur katanya mendorongnya untuk segera pulang ke rumah seusai bekerja.

Muslimah tak kalah shalehahnya. Dia tahu bahwa suaminya yang baru pulang dari kerja itu pasti payah dan capai. Dia mempersiapkan segala keperluan suaminya dan mempersiapkan masakan yang paling disukai suami. Dia berdandan secantik mungkin untuk menyambut suaminya. Dia melakukan hal itu karena Allah, walau juga didorong oleh rasa rindu dan cinta pada suami.

Muslimah selalu melihat Muslim sebagai laki-laki paling tampan di dunia. Mengapa? karena dia tidak pernah memuaskan kedua matanya untuk memandang lawan jenis sebagimana memandang suaminya. Dia hanya mengizinkan matanya untuk memandang suaminya berlama-lama dan tak pernah mengizinkan untuk memandang wajah lelaki lain selain suaminya, kecuali sekedar keperluannya saja.

MENIRU ISTRI TELADAN

Muslimah ingin menjadi istri teladan seperti Ummu Sulaim, istri Abu Thalhah. Rumah tangga yang keberkahannya didoakan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Alhamdulillah, dari pasangan penuh berkah itu akhirnya mereka dikaruniai sembilan orang anak, semuanya hafal al-Qur’an.

Muslimah ingin menjadi istri seperti Khadijah radhiyallahu ‘anha, yang selalu diingat-ingat kebaikannya oleh sang suami, walaupun dia telah meninggal dunia. Muslimah berharap rumah tangganya, meskipun tidak sebaik rumah tangga Nabi atau para sahabat, bisa menjadi rumah tangga yang penuh mahabbah, mawaddah, dan rahmah.

= = = =

Dikutip dan diringkas dari buku “Engkaukah Bidadari Itu?”, karya Ustadz Erwan Roihan.

Wanita Sholihah..

seumpama kuntum mawar surga..

anggun di balik perisai ketegasan..

cantik dalam balutan rasa malu..

berbinar dalam tunduknya pandangan mata..

 

Wanita Sholihah..

ia lembut mekipun memiliki kekuatan tangguh..

ia mempesona meski tak tersentuh..

ia serahkan jiwa dan raganya pada Rabb-Nya..

dan suatu saat pun tertambatkan pada hati yang diridhai-Nya..

= = = =

Ya Allah, pertemukanlah hamba dengan orang yang benar2 menjaga dirinya karena-Mu..

Ya Allah, pertemukanlah hamba dengan orang yang menjaga kemurnian hatinya untuk-Mu..

Alladziina shobaruu wa ‘alaa Robbihim yatawakkaluunn..

Bismillah..

Saudariku,

Hidup yang baik itu..

adalah ketika kita bisa mensyukuri apa yang kita peroleh..

Bisa berbagi ketika sempit..

Bisa tersenyum di saat cobaan datang..

 

Hidup yang indah itu,

bukan di saat semua impian terwujud..

bukan pada banyaknya kesenangan hidup yang kita dapat..

tapi keindahannya terletak pada ketulusan..

dan kesungguhan hati dalam menjalaninya..

 

Karena itu,

kita tidak hanya melihat akhir dari suatu impian..

tapi renungkan juga proses pencapaian..

karena  di sanalah terletak keindahan hidup..

 

Saudariku,

Allah selalu punya rencana indah untuk hamba2-Nya

Sesekali langsung membahagiakan..

terkadang sejenak bertentangan dengan harapan..

 

Seorang hamba hanya perlu merenung, bersabar, dan mensyukuri..

Jauhkan tanya..

Buang logika..

dan berdoa senantiasa..

 

Saat hamba berniat BAIK dan meminta yang TERBAIK..

itulah yang akan Allah beri..

Meskipun seringkali harus lalui hari yang menguji hati..

Insya Allah ada hikmah yang besar dari hari2 yang telah berganti..

 

Saudariku muslimah,

Ingatlah betapa besar anugerah yang diberikan pada kita

Satu karunia yang tak ternilai harganya..

Tersenyumlah..

Berbahagialah..

Mengapa?

Karena engkaulah awal munculnya percikan cahaya peradaban

Engkaulah madrasah akhlak mulia..

Engkaulah pengokoh kesempurnaan generasi..

Engkaulah mata air bening surgawi..

Pelepas dahaga jiwa..

Penyejuk kerinduan hati..

 

Saudariku muslimah,

Tersenyumlah dalam menjalani hari-harimu..

Ringankan bebanmu dengan senyuman..

Kuatkan semangatmu dengan senyuman..

Tinggalkan sedihmu dengan senyuman..

 

Tatap optimis masa depanmu dengan senyuman..

Jemputlah kebahagianmu dengan senyuman..

Sambutlah saudaramu dengan senyuman..

Semoga ada senyuman yang masih menghiasai wajahmu..

Jadikan orang lain tersenyum karena melihat senyummu..

 

Saudariku,

Jika kita ingin bahagia..

Bahagiakanlah dulu orang lain..

Buat mereka tersenyum..

dengan senyumanmu yang indah..

dan pengorbananmu yang tulus karena Allah.. 🙂

= = = =

Umar bin Abdul Aziz pernah berkata, “Aku tidak memiliki kebahagiaan selain menerima apa yang ditakdirkan bagiku.” Beliau juga pernah ditanya, “Apa yang Anda senangi?” Beliau menjawab, “Semua yang ditetapkan Allah.”

Bismillah..

Aku bangga menjadi muslimah..

Di saat yang lain bangga menjadi wanita modern,

Aku bangga Jilbabku menjuntai ke dada.

Di saat yang lain bangga mengikuti Mode,

Aku bangga menjadi pengurus kerohanian Islam.

Di saat yang lain lena,

Aku tak peduli Dengan anggapan sok suci.

Karena aku tahu apa yg aku lakukan..

 

Awalnya aku tidak percaya diri..

Dengan pakaian yg tertutup rapi..

Teman-teman berkata aku tidak trendy..

Tapi Abi berkata aku Cantik..

begitu pun Ummi..

 

Wahai Kawan yang bermimpi sanjungan,

Cantik bukanlah buka-bukaan…

Cantik bukanlah selalu berdandan…

Dan cantik bukan berarti seorang pujaan…

 

Ku ulurkan jilbabku hingga terasa damai hatiku..

Ku longgarkan pakaianku sehingga tertutup bentuk tubuhku..

kulakukan itu semua demi Cintaku pada Rabbi-ku..

Dan kuberbisik dalam hatiku..

Semoga Allah kagum melihatku..

 

Andai semua orang memahami..

cantik lahir bukanlah ukuran..

Tapi cantik hati memikat semua orang..

Dan terutama budi pekerti seperti yang Rasul contohkan..

 

Maka saudariku, peliharalah aurat,

Aurat tidak akan tertutup dengan berperangai yang BAIK..

Aurat tidak tertutup dengan sifat LEMAH LEMBUT..

Aurat tidak akan tertutup dengan kata-kata yang BAIK..

tetapi aurat hanya akan tertutp dengan PAKAIAN yang SEMPURNA..

 

Mudah-Mudahan AKHLAK di balik pakaian itu,

jauh lebih INDAH dari pada pakaiannya…

Aamiin..

= = = = =

Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, bahwasanya Asma binti Abu Bakar masuk menjumpai Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan pakaian yang tipis, lantas Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam berpaling darinya dan berkata: “Hai Asma, seseungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai usia haid (akil baligh) maka tak ada yang layak terlihat kecuali ini,” sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan. (HR. Abu Daud dan Baihaqi).

Sebarkan tausiyah ini pada teman anda “Demi Allah, seandainya Allah memberi petunjuk kepada seseorang karena ajakanmu, maka itu lebih baik bagimu daripada menyedekahkan unta yang berwarna merah (yang paling bagus)” (HR. Bukhari : 4210 dan Muslim : 34/2406)

Sumber: nasihat sahabat di facebook

Bismillah…

Alhamdulillah, sebagai kelanjutan dari Program “Daiyyah Sukses”, maka kami beberapa akhwat akan mengadakan dauroh Al-Qur’an di Solo. Pengurusnya sekitar 17 orang, sebagian besar adalah para tholibat Ma’had Abu Bakar Ash-Shiddiq, baik bagian Lughoh ‘Arobiyyah ataupun Tahfidzul Qur’an. Dalam merencanakan program ini, kami dibimbing oleh Ustadzah ‘Ainul Millah, Lc.

Untuk itu, kami mengadakan rapat dan persiapan. Untuk pekan ini adalah menyiapkan materi yang disampaikan, dibagi menjadi 3 kelompok : mukadimah, tahsinul qur’an (makharijul huruf), dan ilmu tajwid. Ana berada di kelompok pembuatan diktat “ilmu tajwid”, mendapat bagian mengetik dan membuat slidenya setelah dibahas bersama (lebih berat nih…Allahu Musta’an..).

Ini adalah program keluar untuk para muslimah, terutama di solo dan sekitarnya…

Sedangkan program internalnya juga masih ada, yaitu : kajian ilmu, membuka kitab-kitab digital, latihan berceramah.. dsb. Tujuanya adalah mengantarkan kita menjadi daiyyah, ‘alimah, mujahidah, yang siap berdakwah… plus hafidzah tentu.. 🙂 (untuk para tholibat Tahfidzul Qur’an).

= = = = = = = = = = =

Allahumma laa sahla illaa maa ja’altahu sahlaa wa anta taj’alul hazna idzaa syi’ta sahlaa…

Amin.

Muslimah Sejati itu…

Calon bidadari surga Allah…

Kecantikannya…

lebih CANTIK dari MATAHARI…

Akhlaknya…

lebih HARUM dari MINYAK WANGI…

Cintanya…

lebih SEGAR dari RINTIK HUJAN…

Maka…,

jagalah ia dengan KEIMANAN dan KETAQWAAN…

* * *

Muslimah sejati…

bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona,

tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.

Muslimah sejati…

bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan,

tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.

Muslimah sejati…

tidak dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya,

tetapi dilihat dari apa yang sering dibicarakan mulutnya.

Muslimah sejati…

bukan dilihat dari keahliannya berbahasa,

tetapi dilihat dari bagaimana caranya berbicara.

Muslimah sejati…

bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian,

tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.

Muslimah sejati…

bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang dijalan,

tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang menyebabkan orang lain tergoda.

Muslimah sejati…

bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani,

tetapi dilihat dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.

= = = = =

Engkaukah Calon Bidadari Surga itu?

Engkaukah Muslimah Sejati itu?


Alhamdulillah, di desa kami mulai diadakan kegiatan rutin berupa ta’lim Tahsin al-Qur’an dan Bahasa Arab khusus muslimah. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Forum Silaturahmi Akhwat (FOSWAT) sejak bulan Mei 2009.

Diikuti oleh sekitar 30 orang dan semakin lama semakin banyak muslimah yang tertarik dan antsias mengikuti kegiatan ini. Ingin belajar tentang Tahsin Al-Qur’an & Bahasa Arab? Kalau pembaca adalah seorang muslimah yang tertarik dengan kegiatan ini serta berada di daerah Solo dan sekitarnya, ikut saja kegiatan ini, gratis kok ^_^.

Kursus Tahsin Al-Qur’an & Bahasa Arab

(Tingkat Dasar I)


Lama Belajar : 8 × pertemuan

(2 pekan sekali, dimulai 17 Mei 2009)

Kurikulum Tahsin Al-Qur’an:

I    : Makhraj Huruf ,

II   : Makhraj Huruf ,

III : Makhraj Huruf , ,

IV : Makhraj Huruf ,

V   : Makhraj Huruf ,

VI : Makhraj Huruf ,

VII   : Makhraj Huruf ,

VIII : Makhraj Huruf ,

Kurikulum Bahasa Arab:

I    : Kata Benda (Al-Ismu)

II   : Kata Kerja (Al-Fi’lu)

III  : Kata Depan (Al-Harfu)

IV  : Tashrif Isthilahi & Tashrif Lughowi

V   : Perubahan Kata (I’rob)

VI  : Mubtada’-Khobar, Na’at, Idhofah

VII : Fa’il – Maf’ul – Naibul Fa’il

VIII: Kata Tanya (Al-Istifham)


Tempat Belajar :

Bulan Mei : Masjid At-Taqwa (Jetak-Pool Barat)

Bulan Juni : Masjid Al-Mukmin (Watuburik-Pool Timur)

Bulan Juli : Masjid Al-Barokah (Saudan, Pool Tengah)

Bulan Agustus : Masjid Nur Ilham (Gang Rambutan, Pool Perumnas)

Pengajar :

Alumni Ma’had Tahfidzul Qur’an “Khoirotun Hisan”,

Mahasiswi Ma’had Tahfidzul Qur’an “Abu Bakar Ash-Shiddiq”

Biaya Pendidikan :

Gratis !!


Fasilitas :

Makalah, snack, hadiah bagi yg berprestasi

Contact Person : 085 647 582 141

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Untuk melihat blog Resmi Forum silaturahmi Akhwat, silahkan berkunjung ke : http://www.foswat.wordpress.com. ^_^


Membuka Pendaftaran Program Tahfidzul Qur’an untuk Putri

Ma’had Abu Bakar Ash-Shiddiq

Universitas Muhammadiyah Surakarta

Kurikulum:

–         dirancang untuk jangka waktu 2,5 tahun plus materi pendukung

–         didukung para pengajar profesional bersanad.

–         berbasis faham Salaf As-Sholeh

Syarat Pendaftaran:

  1. menyerahkan Foto copy KTP
  2. Foto copy ijazah SMU / terakhir yang dilegalisir
  3. 2 lembar pas foto ukuran 3 x 4
  4. Mengisi formulir pendaftaran

Syarat Penerimaan:

  1. Muslimah, taat, semangat mendalami AL-Qur’an, dan berkelakukan baik.
  2. Bisa membaca AL-Qur’an dengan baik.
  3. Diutamakan lulusan SMU & yang sederajat.
  4. Diutamakan tidak sedang menikah.
  5. Siap diasramakan.
  6. Siap mentaati semua peraturan ma’had.

Biaya Kuliah:

Uang Pendidikan          : Rp.150.000,00 (dikembalikan jika lulus ujian akhir)

Uang asrama                : Rp.100.000,00

Uang Pendaftaran         : Rp. 15.000,00

Waktu Pendaftaran:

Gelombang I     : 26 Juni – 15 Juli 2009

Gelombang II   : setiap waktu selain waktu ujian dan liburan.

Tempat Pendaftaran:

Masjid Al-Manar Mendungan Rt. 02 Rw. 04 Pabelan Kartosuro 57162 (barat pasar Kleco)

Informasi Pendaftaran:

–         085 216 670 497 (pukul 14.00-18.00 WIB)

–         (0271) 7011547, 081904542771 (pukul 20.00 – 21.00 WIB)

Waktu Belajar: Senin-jum’at :

Pagi      : 08.00 – 13.00 WIB

Siang    : 12.00 – 17.00 WIB

Fasilitas:

  1. Beasiswa Pendidikan dan Asrama
  2. Mushaf stabdart dan Al-Qur’an Terjemah
  3. Materi pendukung : Ulumul Qur’an, Tafsir, Tauhid, Ushul Fiqh

Kerjasama Asia Muslim Charity Foundation (AMCF)

dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah


Arsip

Statistik Blog

  • 842.013 hits