Learn to Be A True Muslimah

Ujian Tulis Durus Idhofiah

Posted by: annisa sholihah on: 26 Januari 2012

Bismillah..

Alhamdulillah, hari Selasa dan Rabu kemarin sudah dilaksanakan ujian tulis Durus Idhofiah (pelajaran tambahan) di ma’had Al-Manar. Dilaksanakan mulai pukul 08.00 pagi. Satu hari ada dua pelajaran yang diujikan.

Mulai hari Kamis ini, 26 Januari 2012 hingga 7 Februari 2012 libur akhir semester. Meski libur, bukan berarti santai2 di rumah. Nanti kalau udah masuk kami harus menytorkan hafalan tiap 5 juz lagi (bagi yang belum selesai ujiannya), baru diperbolehkan menambah hafalan. Kemudian, tanggal 8-9 Februari, ada Tasmi’ Akbar dan reuni para alumni ma’had tahfidz. Masuk semester baru tanggal 13 Februari 2012.

Di sini akan ana cuplikkan beberapa soal yang diujikan di mahad kami. Tapi soalnya ini tidak persis benar karena soalnya dikumpulkan lagi, dan ini ana tuliskan berdasarkan ringkasan dan ingatan ana. Semoga bisa memberi gambaran umum mengenai ilmu2 agama yang kami dapatkan di ma’had.. :)

Hari Selasa:

A. Materi: ‘Ulumul Qur’an

1. Sebutkan salah satu bukti  bahwa Al-Qur’an bukan dari Nabi Muhammad Saw, tapi dari Allah Subhanahu wa Ta’ala!

2. Bagaimanakah cara wahyu turun pada para Rasul?

3. Sebutkan salah satu sifat dari Al-Qur’an! Jelaskan!

B. Materi: Sirah Nabawiyah

1. Siapakah yang mendustakan Rasulullah, menyakiti beliau, menyobek baju beliau, dan meludahi beliau sehinnga Rasulullah mendoakan agar dia dilahap anjing?

2. Kapan kaum muslimin hijrah yang pertama kali dari Mekah ke Habasyah? Berapa orang yang hijrah dan siapa pemimpin rombongannya?

3. Siapakah wanita yang diberikan julukan oleh Allah “pembawa kayu bakar”? Apa yang dilakukannya terhadap Rasulullah?

Hari Rabu:

A. Tauhid

1. Jika kalimat “Laa ilaaha illaLLAAH” ditimbang dengan tujuh langit dan tujuh bumi, manakah yang lebih berat? Mengapa?

2. Sebutkan sifat Nabi Ibrahim dalam al-Qur’an yang merupakan sifat2 tertinggi dalam tauhid!

3. Jelaskan makna “dzalimun linafsihi” dalam QS. Faathir: 32!

B. Ayat Ahkam

1. Sebutkan madzhab2 yang menjelaskan apakah basmalah termasuk ayat dari al-Qur’an atau bukan!

2. Apa arti “aw nunsihaa” yang terdapat dalam Surat Al-Baqarah ayat 106?

3. Apa yang menjadi sebab Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam lebih suka berkiblat ke Masjidil Haram daripada ke Baitul Maqdis?

= = = =

(untuk jawabannya ana lanjutkan lain kali nggih.. insya Allah)

Madzhab Metode Tahfidz

Posted by: annisa sholihah on: 23 Januari 2012

Bismillah..

Setelah ana membaca beberapa buku tentang Tahfidzul Qur’an dan beberapa informasi dari ustadzah maupun teman2, maka secara umum ada 3 madzhab/aliran/jenis metode tahfidz yang sekarang ini dilakukan oleh orang2 yang menghafal qur’an, antara lain:

1. MENAMBAH HAFALAN, TANPA MURAJA’AH

Pada metode ini, targetnya adalah hafal quran dalam waktu sesingkat-singkatnya. Jadi, setiap hari hanya ziyadah/menambah hafalan saja. Hal ini pernah dilakukan oleh kakak dari sahabat ana. Kakaknya adalah seorang perempuan lulusan pondok pesantren, sedangkan suaminya adalah seorang hafidz. Atas dorongan suaminya, maka si istri pun menghafal qur’an. Beliau menghafal quran pada saat hamil putranya yang pertama.

Setiap hari si istri menambah hafalan terus menerus, bisa dapat 3-4 lembar dalam satu hari. Targetnya adalah sebelum melahirkan, ia harus sudah khatam menghafal. Detik2 mendekati kelahiran, hati berdebar2, bisakah khatam? Alhamdulillah, dengan pertolongan Allah akhirnya khatam juga. Dan anehnya, ucapan pertama kali yang diucapkan suami yang hafidz pada ibu si istri bukanlah bahagia karena putraya sudah lahir. Tapi apa? Alhamdulillah, akhirnya istriku sudah hafal qur’an.. Mengharukan ya.. :)

2. MENAMBAH HAFALAN, MURAJA’AH SEBAGIAN

Metode inilah yang biasa dipakai di mahad2/pondok2 tahfidz. Setiap hari ada kegiatan ziyadah dan muraja’ah. Tentang jumlah yang dimuraja’ah itu bisa berbeda2, misalnya harus 1 juz, 2 juz, atau bergantung jumlah hafalan. Sedangkan caranya juga bisa beda2, misalnya: muraja’ah di depan ustadah,muraja’ah partner,muraja’ah berkelompok, gantian per ayat, dll.

3. MENAMBAH HAFALAN, MURAJA’AH SELURUHNYA

Pada metode ini, setiap hari kegiatannya adalah ziyadah dan muraja’ah seluruh hafalan. Artinya, seluruh hafaln yang dimiliki dimuraja’ah dalam satu hari, bahkan ketika jumlah hafalannya sudah 29 juz, maka muraja’ahnya pun hari itu juga 29 juz. Apakah ini mungkin terjadi? Mungkin saja. Konsekuensinya, dari pagi hingga malam selalu berinteraksi dengan al-Qur’an. Hal ini pernah dilakukan oleh guru dari ustadzah ana.

= =

Sebenarnya tidak ada hafalan tanpa muraja’ah. Jadi, meskipun pada no 1 tidak ada muraja’ah sama sekali saat menghafal, tapi masih ada tugas lagi setelah khatam, yaitu memuraja’ah seluruh hafalannya secara bertahap hingga menjadi mantap.

Matematikawan Remaja Indonesia Terbaik – Jerman

Posted by: annisa sholihah on: 23 Januari 2012

Bismillah..

Berita di bawah ini menceritakan tentang remaja brilian yang menemukan Rumus Angka Piramida, padahal usianya baru 15 tahun, namanya Ibrahim, tinggal di Jerman. Selain pandai matematika, ternyata dia juga seorang aktivis masjid. Masya Allah.. Betapa beruntung orang tuanya ya..  Hmm.. Saya turut bangga, semoga kelak menjadi ilmuwan muslim yang memberikan banyak manfaat dan kemashlahatan dunia dan akhirat. Aamiin..

= = = = =

Berlin – Seorang remaja Indonesia Ibrahim Handoko (15) mencuri perhatian media-media di Jerman. Ibrahim berhasil memformulasikan persamaan untuk menyelesaikan perhitungan angka piramida dengan jumlah tidak terbatas.

Ibrahim, remaja santun yang juga aktif di berbagai kegiatan masjid ini mengundang decak kagum dari para pengajarnya di Jerman.

Seperti yang dilansir dari situs berita jerman www.derwesten.de, Kamis (25/2/2010) guru matematika dan pembimbing Ibrahim, Michael Wallau mengatakan muridnya adalah seorang yang luar biasa.

“Ini adalah temuan yang luar biasa bagi seorang remaja berusia 15 tahun, terlebih lagi ia menyelesaikan persamaan ini hanya disela-sela waktu luangnya,“ ujar Wallau pada derwesten.de.

Pada awalnya, Ibrahim hanya berniat membantu adik perempuannya menyelesaikan tugas sekolah tentang piramida. Persoalan ini pada intinya adalah menghitung jumlah angka pada elemen teratas suatu piramida.

Biasanya, persoalan ini diselesaikan dengan cara menjumlahkan satu persatu angka di setiap elemen penyusun paramida sehingga ditemukan jumlah total dalam piramida tersebut. Dengan rumus temuan Ibrahim, persoalan ini bisa diselesaikan dengan cepat dan tepat tanpa harus menghitung satu persatu.

Berkat penemuannya ini, Ibrahim menjadi salah satu nominasi peneliti remaja terbaik tahun 2010 di Jerman. Selain itu, putra pasangan Bapak Budi Handoko dan Ibu Nuningsih ini, juga terpilih sebagai matematikawan terbaik dan berhak mewakili distriknya dalam olimpiade matematika di tingkat negara bagian.

*) Priyanto adalah Mahasiswa S3 Universitas Duisburg-Essen Jerman

= = = =

Kapan ya ana ke Jerman.. mimpi kali.. mimpi dulu tidak apa kan? Jangan takut bermimpi!! Allaahu Akbar!!!

Kuliah Bahasa Arab Lalu Menghafal Qur’an

Posted by: annisa sholihah on: 21 Januari 2012

Bismillah..

Kepada ukhtifillah Niken Puspitasari
di tempat

Assalamkm. Sudah 2 hari ini saya membaca beberapa tulisan anda di http://nikenpuspitasari.wordpress.com/. sbenarnya bbrp bulan lalu juga mbaca tapi sdikit saja.

Saya ingin mngucapkan jazakumulllah khoiron kepada ukhti Niken atas tulisan2nya tentang program tahfidz. Saya membulatkan tekad setelai selesai S2 saya & istri, nanti memulai program tahfidz.

Oh ya ingin share,
Apakah dengan mnguasai bahasa arab, kita akan lebih mudah menghapal Quran? Asumsi saya, dgn tahu bahasa arab maka bisa memahami tekstual Quran shg lebih mudah dihafal. Benakah?.

Rencana saya,
1) selama 2 tahun balajar bahasa arab di mahad jaringannya AMCF. Dulu di Malang pernah di mahad abd. bin auf tapi cuma ikut 2 hari saja. Itu karena harus mmilih dan prioritas waktu.
2) jalankan program tahfidz 3-4 th. Umur saya skrg 30 th. kuatir daya ingat tak skuat ukhti niken yg masih muda:)

Smg Allah mberikan kelancaran dan kesuksesan pada aktivitas saudari Niken.

Wassalam

= = = = = =

Wa’alaikumus salam warahmatulahi wabarakatuh
A. Iya, orang yang faham dan menguasai bahasa arab akan lebih mudah hafal qur’an. Tapi itu bukan satu2nya faktor utama.

Ada teman ana lulusan bahasa arab, sangat sulit menghafal dan akhirnya keluar dari mahad tahfidz. kalau ana analisa, faktor penghambatnya adalah: KONSENTRASI yang kurang kuat, karena konsentrasinya terpecah antara keinginan menghafal, mencari pekerjaan, dan melayani suaminya yang ada di luar kota.

Oleh karena itu, kabar baiknya adalah jika belum bisa bahasa arab dengan baik pun, bisa juga menghafal. Akan tetapi, secara umum dia juga agak kesulitan dalam memahami dan mentadaburinya sendirian. Akan tetapi, jika dia orangnya punya tekad kuat menghafal qur’an dan punya kemauan belajar bahasa arab saat menghafal, insya Allah dengan menghafal itu pun akan dimudahkan Allah untuk memahami bahasa Arab karena bahasa Al-Qur’an adalah bahasa Arab.

Hanya saja, memang orang yang sudah punya kemampuan bahasa arab yang baik dan semangat menghafalnya tinggi, insya Allah lebih cepat dalam ziyadah / menambah hafalan. Satu hari bisa menghafal 2 lembar. Artinya satu juz diselesaikan dalam 5 hari.

= = = =
Ya, rencana itu bagus sekali. Jika bapak masuk ma’had bahasa arab, nanti juga mendapatkan dapat ilmu2 agama yang lain, insya Allah. dan biasanya orang yang lulus mahad bahasa arab nanti, setelah lulus bisa menjad ustadz. selain bisa berbicara bahasa arab dengan lancar, juga tahu dalil2 agama. Akan lebih baik lagi jika seorang ustadz itu hafal al-qur’an dan faham hukum2 agama (fiqih).

Target hafalan di mahad bahasa arab AMCF adalah 3 juz dalam dua tahun: juz 30, 29, dan 28. Jika bapak punya rencana ke mahad tahfidz setelahnya, maka baiknya target hafalan (utk diri sendir) bukan hanya 3 juz. tapi lebih tinggi, misal 4 atau 5 juz atau lebih.. sesuai kemampuan dan prioritas. Baiknya setelah menghafal juz 28, lalu menghafal juz 1, juz 2, dst..

Menghafal al-qur’an selama 3 tahun jika disambi bekerja, itu termasuk cepat. karena yang di pondok tahfidz saja, butuh 2 tahun atau lebih.

Usia memang salah satu faktor penunjang hafalan. Tapi, coba lihat ke belakang, bukankah para sahabat seperti Umar ra dan Abu Bakar ra itu menghafal pada usia dewasa? Mereka bisa, insya Allah kita juga bisa. keuntungan menghafal alqur’an saat dewasa adalah memiliki pemahaman yang lebih baik dan lebih cepat daripada anak kecil. Tajwidnya juga insya Allah bisa lebih baik. Cepat hafal bukanlah segalanya. Umar saja menghafal surat al-baqarah dalam waktu 8 tahun. Ini karena beliau menghafal al-qur’an sekaligus mengamalkannya.

Oh ya, untuk memperlancar proses hafalan di ma’had tahfidz, sebaiknya pada masa dua tahun belajar di mahad bahasa arab itu ada beberapa kegiatan yang dilakukan:
(1) mempelajari tahsin dan tajwid secara mantap dulu PADA AHLINYA.. dan
(2) mengkhatamkan al-qur’an satu bulan sekali.. atau satu bulan dua kali..

= = = =

Semoga nanti dimudahkan studi S2 nya. Dan semoga nanti dimudahkan juga program bahasa arab, tahfidz, dan S3 nya. Aamiin
Ma’akumun najah

Alhamdulillah
Wassalam

========

NB: Tulisan di atas ana posting atas permintaan pengirim pertanyaan dengan harapan bisa lebih bermanfaat.

Bismillah..

Ada seorang pemuda bernama Demitri Bolyakov, seorang ahli fisika yang sangat menggandrungi kajian sereta riset-riset ilmiah. Ia mengumumkan keislamannya di Islamic Centre di Kiev. Lantas apakah yang membuat dirinya memilih Islam sebagai agamanya? Ia menerangkan bahwa pintu masuk keislamannya adalah fisika.

Demitri mengatakan bahwa ia tergabung dalam sebuah tim peneliti ilmiah yang dipimpin oleh Prof. Nicolai Kosinikov, salah seorang pakar dalam bidang fisika. Mereka sedang dalam sebuah penelitian terhadap sebuah sampel yang diuji di laboratorum untuk mempelajari sebuah teori modern yang menjelaskan tentang perputaran bumi pada porosnya. Mereka berhasil menetapkan teori tersebut.

Akan tetapi Demitri mengetahui bahwasanya diriwayatkan sebuah hadits dari Nabi shallallahu’alayhi wasallam yang diketahui oleh semua umat islam, bahkan termasuk inti akidah mereka yang menguatkan “keharusan” teori tesebut dan sesuai dengan hasil yang dicapainya. Demitri merasa yakin bahwa pengetahuan seperti ini yang umurnya lebih dari 1400 tahun yang lalu, sumber satu-satunya yang mungkin hanyalah pencipta alam semeseta ini. Teori yang dikemukakan Prof. Kosinikov merupakan teori paling baru dan paling berani dalam menafsirkan fenomena perputaran bumi pada porosnya.

Kelompok peneliti ini merancang sebuah sampel berupa bola yang diisi penuh dengan papan tipis dari logam yang dilelehkan, ditempatkan pada area magnet yang terbentuk dari dua elektroda yang saling berlawanan arus. Ketika arus listrik berjalan pada dua elektroda tersebut maka menumbulkan gaya magnet dan bola yang dipenuhi papan tipis dari logam tersebut mulai berputar pada porosnya. Fenomena ini dinamakann “gerak integral elektromagnetik”.

Gerak ini pada substansinya menggambarkan aktivitas perputaran bumi pada porosnya. Pada tingkat realita di alam kita ini, daya matahari merupakan “kekuatan penggerak” yang bisa melahirkan arah magnet yang akan mendorong bumi untuk berputar pada porosnya. Kemudian gerak perputaran bumi ini dalam hal cepat atau lambatnya seiring dengan intensitas daya matahari. Atas dasar ini pula posisi dan arah kutub utara bergantung. Telah diadakan penelitian bahwa kutub magnet bumi hingga tahun 1970 bergerak dengan kecepatan tidak lebih dari 10 km dalam satu tahun.

Akan tetapi pada tahun-tahun terakhir ini, kecepatan tersebut bertambah hingga mencapai 40 km dalam setahun. Bahkan pada tahun 2001 kutub magnet bumi bergeser dari tempatnya hingga mencapai jarak 200 km dalam sekali gerak. Ini berarti bahwa bumi dengan pengaruh daya magnet tersebut mengakibatkan dua kutub bumi akan bergantian tempat. Artinya, bahwa “gerak” perputaran bumi akan mengarah pada arah yang berlawanan. Ketika itu matahari akan keluar [terbit] dari barat!!!

Ilmu pengetahuan dan informasi seperti ni tidak dibaca oleh Demitri pada kitab manapun atau tidak pernah ia dengar dari siapapun. Akan tetapi ia berhasil mencapai kesmpulan tersebut dengan upayanya melalui riset dan percobaan serta penelitian. Ketika ia menelaah kitab-kitab samawi lintas agama, ia tidak mendapatkan satu pun petunjuk selain dari islam. Ia menemukan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah, Ia berkata Rasulullah shallallahu’alayhiwasallam bersabda “Siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari barat maka Allah menerima taubatnya”

Ketika itu tidak ada jarak lagi yang mengahalangi antara Demitri dan memeluk islam selain mendatangi Islamic Centre, kemudian mengucapkan dua kalimat syahadat. Demitri tidak berhenti dari melakukan penelitian setelah masuk islam. Saat ini ia sedang mengerjakan disertasi doctoral yang ingin ia rampungkan, akan tetapi tentu saja dengan roh dan semangat baru, yaitu roh seorang ilmuwan fisika muslim yang mengetahui keagungan sang Pencipta sehingga bertasbih memuji-Nya.

————————————————————————-

Selesai Disalin dari Majalah Qiblati Vol. 2/ No.1 di Kota Bekasi oleh al-akh Fandi Satia Engge

http://enkripsi.wordpress.com/2010/12/28/pemuda-ukraina-yang-%E2%80%9Cgila%E2%80%9D-fisika-memeluk-islam-karena-penelitian-ilmiah/

= = = = =

Masya Allah, ternyata pertanyaan ana sudah terjawab. Dulu ana pernah berpikir, bagaimana ilmu fisika bisa menjelaskan perubahan arah terbit matahari? yang biasanya dari timur kemudian menjadi terbit di barat?

Saat itu ana berpikir, misalkan perubahan itu terjadi dengan tiba2, maka banyak benda2 di muka bumi yang akan terlempar ke angkasa luar. Ternyata ada penjelasan yang lebih logis dan ilmiah pada tulisan di atas dan Alhamdulillah mengantarkan penemunya pada tujuan ilmu yang sebenarnya.

Di dalam al-Qur’an ada sebuah ayat yang menceritakan tentang peristiwa munculnya matahari dari Barat, yaitu di juz 8, Surat Al-An-’am: 158. Lebih jelas lagi kalau membaca catatan kaki di quran terjemah Depag.

 

Selamat Jalan Sahabatku..

Posted by: annisa sholihah on: 19 Januari 2012

Bismillah..

Alhamdulillah.. hari ini ana sudah maju ujian 5 juz di depan ustadzah. Awalnya dimulai pukul 10.55 hingga 11.55 sudah dapat 1 juz dan 3 lembar. Adzan berkumandang, sholat dhuhur dulu. Habis dhuhur, ana menunggu ustadzah.. Ternyata ustadzah baru kembali ke tempat duduknya pada pukul 13.00. Selama kurang lebih dua jam, ana telah membaca 4 juz. Lalu ada adzan lagi untuk sholat ashar.. Habis ashar, rencananya mau melanjutkan lagi agar bisa membaca bil ghaib 6 juz seperti beberapa hari yang lalu.. tapi karena waktunya kurang, dilanjutkan besok pagi, insya Allah.

= = = = =

Sepulang dari mahad, ana bertemu dengan sahabat baik ketika dulu aktif di Islamic Center.. Ana memberitahu kalau ana sempat bekerja menjadi guru fisika selama 6 bulan di tengah2 menghafal dan menyebutkan nama sekolahnya. Tiba-tiba di berkata,

“Eh, ada kabar kalau ada guru yang meninggal di sekolah itu.”

“Oh ya?, siapa?”, tanyaku penuh keheranan.

“Namanya Mbak Era.”

Ana hampir tidak percaya.. Seperti ada yang hilang dari hati ana.. Sedih, tentu.. Padahal kami sudah berencana untuk bertemu di akhir bulan Januari setelah ana selesai ujian atau pertengahan Februari setelah selesai masa orientasi di mahad. Qadarullah, barangkali ini lah yang terbaik untuk beliau.

Beliau pernah bercerita ingin jadi seorang hafidzah juga. Selain itu, beliau ingin punya suami seorang hafidz agar cita2nya untuk menjadi hafidzah itu bisa terwujud, meskipun tidak di mahad tahfidz..

Kami dulu sama2 pernah menjadi pembina asrama di sekolah. Kami tinggal satu atap sekitar 4 bulan. Beliau menyemangati ana untuk menyelesaikan hafalan, sedangkan ana menyemangati beliau untuk menyelesaikan S2. Beliau lah yang ana ceritakan dalam beberapa tulisan ana di sini dan di sini.

Beliau meninggalnya sudah sekitar 3 pekan yang lalu dan ana baru mengetahuinya hari ini. Sampai di rumah, ana menceritakan pada ayah dan ibu, merek ajuga merasa kehilangan karena beliau benar2 sangat baik dan banyak membantu ana. Jilbab putihnya masih ana bawa dan buku2 bahasa arab ana masih ada di beliau.. Ana jadi teringat ayat qur’an yang berisi tentang kematian..

Wa likulli ummatin ajal.. fa idzaa jaa-a ajaluhum laa yasta’khiruuna saa’atan walaa yastaqdimuun.. (Al-A’raf: 34)

Saat membaca ayat itu, baik ketika membaca atau muraja’ah, biasanya hati pembacanya akan merasa takut dan bergetar..

= = = =

Ya Allah, betapa sedkitnya bekalku..

Rabbanaa afrigh ‘alainaa shobron wa tawaffanaa muslimiin.. (Al-a’raf: 126)

 

 

Metode Tahfidz untuk Orang Sibuk

Posted by: annisa sholihah on: 18 Desember 2011

Bismillah..

Ana ditanya oleh seorang muslimah dari Samarinda. Beliau seorang guru TIK dan wali kelas 9 SMP. Kadang beliau diminta menggantikan guru tahfidz jika guru tersebut tidak hadir. Hal itulah yang menjadi salah satu pendorongnya untuk lebih baik dan lebih cepat menghafal qur’an meskipun dalam kondisi sibuk.

(Di sini ana menjawab singkat saja, karena waktu ana di warnet sangat terbatas, barangkali bisa membantu para sahabat yang sibuk tapi punya keinginan kuat untuk menghafal qur’an.. :) )

Pertanyaan:

Kira-kira metode tahfidz apa yang paling cocok saya gunakan ya..mba? saya ingin bisa istiqomah dalam menghapal meskipun aktivitas skrg padat. tapi saya merasa mungkin ini karena saya saja yang belum menemukan cara manajemen waktu yang terbaik, terutama kurang meluangkan waktu untuk menghafal.

Jawaban:

[1] Sebaiknya ukhti punya qur’an saku dan mp3 yang bisa dibawa ke mana saja (kecuali ke kamar kecil).

Manfaatkan waktu senggang, misal: saat2 menunggu, perjalanan pergi-pulang untuk menghafal atau mendengarkan murattal. Targetkan 1 bulan bisa dapat minimal 1 surat di juz 29 atau 28. Ini sudah bagus. Yang penting mudah dilaksanakan dan istiqomah.

[2] Kalau hari2 biasa, targetkan 1 hari menghafal 1-2 ayat tiap hari. Kalau ayatnya pendek2, bisa menghafal 5 ayat per hari. Nah, di akhir pekan, luangkan waktu untuk mengulang2 hafalan qur’an sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh dan mantap.

Atau bisa juga membuat metode yang lebih terorganisir, misalnya 1 pekan menghafal 1 halaman. Satu halaman terdiri dari 15 baris (di quran pojok/mushaf madinah). Targetkan 1 hari menghafal 3 baris, maka 1 halaman itu bisa selesai dalam 5 hari. Hari ke-6 (Sabtu) dan ke-7 (Ahad) digunakan untuk muraja’ah dan memantapkan hafalan. Jika sudah mantap di hari Sabtu, lakukan pemantapan lagi di hari Ahad sambil memuraja’ah hafalan lama yang sudah dimiliki.

Nah, dalam proses menghafal 3 baris dalam satu hari itu, gunakan lagi trik khusus. Misal:

-jika 3 baris itu terdiri dari 6 ayat, maka hafalkan 3 ayat di pagi hari sebelum shubuh, dan 3 ayat di sore hari menjelang maghrib.

-jika 3 baris itu terdiri dari 4 ayat, maka hafalkan 2 ayat di pagi hari dan hafalkan 2 ayat selanjutnya di sore hari.

Jika ini dilakukan rutin, bisa hafal 4 halaman = 2 lembar = 1/5 juz dalam 1 bulan.. atau dengan kata lain, hafal 1 juz dalam 5 bulan.. atau hafal 4-5 juz dalam 2 tahun. Alhamdulillah.. ini sangat baik daripada hanya berangan2 menjadi penghafal qur’an.

[3] Hal yang mendukung lancarnya hafalan: surat yang dihafal itu dibaca setiap hari selama proses menghafal. Misal ukhti sedang menghafal surat al-Insan. maka bacalah surat itu setiap hari selama satu bulan. Insya Allah hafalan ukhti akan sangat lancar. Bahkan, tidak sampai sebulan sudah lancar dan sudah hafal di luar kepala, insya Allah.. :)

= = = =

Pertanyaan:

Murojaah hapalan surah2 yg sudah dhapalnya bagusnya gmn? Hafalan ana sudah hampir 2 juz. Di tiap sholat sunnah kah…apa harus habis seluruh hafalan itu 1 hari..?

Jawab:

Muraja’ah hafalan terbaik adalah saat sholat tahajud. Selain itu, juga di sholat sunah yang lain, misal: sholat dhuha, sholat rawatib, atau sholat sesudah berwudhu, atau sholat mutlak. Bisa juga muraja’ah dilakukan di luar sholat. Ssebenarnya ada aturannya, berapa jumlah juz yang harus dimuraja’ah jika telah mencapai jumlah tertentu. Seingat ana:

1- jika hafal 1-5 juz, maka muraja’ahnya 1/2 juz per hari

2- jika hafal 5-10 juz, maka muraja’ahnya 1 juz per hari

3- jika hafal 10-15 juz, maka muraja’ahnya 1,5 juz per hari

4. jika hafal 15-20 juz, maka muraja’ahnya 2  juz per hari

5. jika hafal 20-25 juz, maka muraja’ahnya 2,5  juz per hari

6. jika hafal 25-30 juz, maka muraja’ahnya 3 juz per hari

Hanya saja, nanti kalau sudah hafal 30 juz, maka muraja’ah minimal yang harus dilakukan adalah 5 juz per hari.

= = = =

Ini hanya jawaban singkat ana saja, sebagian berdasarkan pengalaman ana sebelum masuk mahad tahfidz. Barangkali ada pembaca yang ingin menambahkan, silahkan..

Oh ya, bulan Januari 2012 ada ujian akhir semester di mahad ana. Ujian bisa berlangsung sekitar 1 bulan dan dilakukan lebih awal dari jadwal untuk antisipasi. Jika dihitung2, sebenarnya ana merasa baru benar2 full di mahad tahfidz selama 1 tahun 2 bulan hingga bulan Desember 2012 ini.

Memang di tengah2 menghafal banyak sekali ujian, tantangan dan rintangan hidup yang dialami. Entah berapa ratus air mata yang menetes, entah berapa peluh keringat yang mengalir, berapa kesedihan hati yang dirasakan.. Namun, semoga akhir dari perjuangan ini adalah sebuah kebahagiaan, kebahagiaan yang hakiki dan abadi.. Aamiin

Insya Allah akhir Desember ini ana sudah hafal 28 juz. Alhamdulillah, ini semata-mata karunia Allah. Haadzaa min fadhlillaaah..

Insya Allah ana posting lagi di akhir bulan Januari 2012, jika Allah masih memberikan umur pada hamba-Nya yang dhaif ini..

= = = =

Ya Allah, hamba rela menderita dan bersusah payah untuk mendapatkan ilmu. Ya Allah, keridhaan-Mu lah yang kami harapkan.. Luruskan hati, ucapan, dan perbuatan kami, Ya Allah. Rabbanaa afrigh ‘alainaa shabran wa tawaffanaa muslimiin.. Aamiin..

Rahasia Wajah yang Bercahaya

Posted by: annisa sholihah on: 17 Desember 2011

Bismillah..

Memiliki wajah bercahaya adalah keinginan dari semua wanita. Wajah bercahaya bukan berarti harus berwajah cantik. Banyak wanita yang memiliki wajah cantik, tetapi tidak sedap dipandang mata. Sebaliknya banyak wanita yang memilki wajah yang biasa saja, tetapi terlihat menarik di mata orang lain. Bentuk wajah, warna kulit dalam batas tertentu memang meberikan keindahan. Namun, telah terbukti ada hal lain yang membuat seseorang menjadi indah. Kita bisa membagi keindahan batin dan keindahan lahir. keindahan batin adalah zat yang dicintai, seperti keindahan ilmu, akal, kemurahan hati, keberanian, ksatria dan lain-lainnya.

Keindahan batini ini menghiasi rupa lahir sekalipun tidak indah. Orang yang memiliki  keindahan batin walaupun berpakaian bagus, kemuliaan dan kharisma akan terasa bila ruhnya tertanam sifat-sifat tersebut. Siapa yang melihatnya akan merasa enggan kepadanya dan siapa yang bergaul dengannya akan merasa nyaman. Barangkali anda pernah lihat orang yang secara fisik berkulit hitam, tidak elok tapi karena memiliki sifat-sifat terpuji dan rajin shalat malam maka dengan sendirinya akan terlihat bagus rupa, menyenangkan dan wajahnya bercahaya cemerlang.

Ana pernah melihat seseorang yang wajahnya bercahaya, yaitu guru Al-Qur’an ana ketika di SMA dulu. Masya Allah, wajah beliau tampak bersinar seperti bulan purnama..! Ketika mengajar di kelas, beliau tidak pernah marah sama sekali pada murid2nya. Yang paling ana ingat dari nasihat beliau adalah hasungan untuk selalu menjadi hamba yang bersyukur dan qana’ah.

Apa ya rahasianya agar wajah bisa bercahaya?

1. Rahasia pertama adalah berbuat kebaikan

“Sesungguhnya kebaikan itu membuahkan semburat cahaya di wajah, lentera di hati, meluasnya rezeki, kuatnya badan, rasa cinta di hati orang. Dan sungguh dalam keburukan terdapat kepekatan di wajah, kegelapan di kubur, kelemahan badan, kurangnya rezeki, dan kebencian di hati orang.” (Abdullah bin Abbas)

Kalau berdasarkan atsar Ibnu Abbas di atas, berarti salah satu penyebab wajah bercahaya adalah Berbuat Kebaikan. Orang yang suka berbuat baik, maka hatinya menjadi tentram dan akan keluar sebuah senyuman yang murni dan tulus dari hatinya yang baik. Kebaikan hati itu pun terpancar melalui wajahnya.  Ini terbukti ketika salah satu sahabat sejati ana memberi hadiah buah pisang.

Setelah memberikan hadiah itu, ana melihat wajahnya menjadi lebih berseri dari sebelumnya.. atau lebih bercahaya dari sebelumnya. Ini baru contoh kecil, bagaimana kalau kebaikan itu dilakukan terus-menerus? Anda bisa menebaknya sendiri.

2. Rahasia kedua adalah shalat tahajud

Ulama kharismatik kota Basrah, Al Hasan Al Basri pernah ditanya orang, “Kenapa orang-orang yang membiasakan diri salat tahajjud di malam hari mukanya tampah cerah, berseri-seri dan berwibawa?“Beliau menjawab, “Karena mereka selalu bercengkerama dengan Tuhan yang Maha Penyayang di kegelapan malam, maka Dia pun memberikan kepada mereka cahaya dari cahaya-Nya“.

Abdul Aziz bin Umair menggambarkan kecantikan dan kewibawaan orang yang rajin salat tahajjud dengan mengatakan, “Anda akan melihat cahaya kebesaran pada mereka, Anda juga akan melihat bekas-bekas pengabdian di antara kedua mata mereka. Sesungguhnya orang yang mau memutuskan sebagian kepentingan duniawinya. Demikian juga dengan orang yang memutus hubungan dengan-Nya, Allah juga akan memperlihatkan bekas-bekasnya kepadanya “.

Dalam kaitan ini Said bin Al Musayyab ra berkata, “Sesungguhnya orang yang selalu salat malam, Allah akan menjadikan pada wajahnya sinar, sehingga dia dicintai oleh seluruh umat, bahkan orang yang belum mengenalnya sekalipun. Orang akan berkata, “Aku sungguh menyenangi orang ini “.

Orang yang memiliki wajah bercahaya itu, waktu malamnya digunakan untuk bermunajat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia terbangun dari tidur yang menyelimutinya. Apabila siang menjelang, merekajauh dari kehidupan yang serba nikmat. Allah lah yang memberikan cahaya pada orang yang menggunakan waktunya dengan baik dan memperbaiki kesalahan-kesalahannya. Yang matanya disibukkan dengan tangis karena merasa melakukan hal-hal yang diharamkan. Lisannya tertahan -dalam diamnya- dari hal-hal yang menghancurkan. Tangannya tertahan, karena takut terjerumus syahwat. Langkahnya terkendali dengan muhasabah.

3. Rahasia ketiga adalah berwudhu

Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari kiamat nanti dalam keadaan dahi, kedua tangan dan kaki mereka bercahaya, karena bekas wudhu’.” (HR. Al Bukhari no. 136 dan Muslim no. 246)

Dapat dipastikan tak ada satu produk kecantikan pun yang mampu menandingi cahaya yang terpancar dari wajah orang-orang yang terjaga wudhu’nya. Karena cahaya dari air wudhu tak hanya dirasakan di dunia tapi di hari kiamat pun mereka akan mudah dikenali Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana diriwayatkan dalam sebuah hadits, “Bagaimana engkau mengenali umatmu setelah sepeninggalmu, wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam? Kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Tahukah kalian bila seseorang memilki kuda yang berwarna putih pada dahi dan kakinya diantara kuda-kuda yang yang berwarna hitam yang tidak ada warna selainnya, bukankah dia akan mengenali kudanya? Para shahabat menjawab: “Tentu wahai Rasulullah.” Rasulullah berkata: “Mereka (umatku) nanti akan datang dalam keadaan bercahaya pada dahi dan kedua tangan dan kaki, karena bekas wudhu’ mereka.” (HR. Mslim no. 249)

4.Rahasia keempat adalah berpuasa

Beberapa tahun lalu salah seorang muslimah melihat seorang wanita yang memancarkan wajah yang berbeda dari wanita lain. Orang-orang senang dengan kehadirannya dan merasa kehilangan ketika dia tidak ada. Sebenernya wajah wanita itu biasa saja bahkan berkulit hitam. Awalnya muslimah itu mengira hanya dia yang mempunyai prasangka tentang pancaran wajahnya. Ternyata temen-temannya pun menyatakan hal yang sama. Dia pun berusaha untuk mencari tahu. Apa yang membuat wajah wanita ini begitu menarik.

Muslimah itu curiga, dia pasti melakukan ibadah sunah secara rutin. Ketika ada kesempatan, hal itu ditanyakan kepadanya. Awalnya wanita yang memiliki wajah bercahaya itu tidak mau menjawab. Setelah didesak, dia baru mengaku bahwa selama lima tahun, dia terus menerus puasa senin-kamis dan apabila haid pada hari itu,dia menggantinya dengan puasa daud. Wanita ini juga hampir setiap malam salat tahajud. Luar biasa. Ini adalah salah satu bukti, bahwa kedekatan kita kepada Allah akan menimbulkan pancaran keagungan wajar karena apa saja yang mendekati sumber cahaya, dia akan terkenan pancaran cahaya.

= = = = =

Masya Allah, ternyata ketaatan seorang hamba dapat terlihat pada wajahnya. Apakah Anda ingin wajah Anda bercahaya?

http://www.facebook.com/note.php?note_id=133476176732038

http://www.facebook.com/notes/tahajjud-community/indahnya-berkah-shalat-tahajjud/137587409607309

http://titah-motivasihatinurani.blogspot.com/2011/06/wajah-bercahaya.html

= = = =

Wajah yang Tak Bercahaya

Ada seorang ustadz melihat seorang pemuda. Beliau merasa aneh dengan wajah pemuda tadi, lalu dipanggillah pemuda tadi, “Nak ke sini!”

Setelah mendekat, pemuda tadi ditanya, “Jawab dengan jujur, kamu sholat apa tidak?”

Pemuda itu menjawab dengan pelan dan agak takut2, “Tidak, ustadz.”

“Sudah berapa lama?”, ustadz itu bertanya lagi.

“Sudah lama, Ustadz. Saya sudah tidak sholat sejak SMP, SMA, hingga kuliah.”, jawab pemuda itu.

Lalu ustadz melanjutkan, “Mungkin saat itu tidak ada yang menasihati kamu. Baiklah, sekarang kamu sudah diberitahu. Apakah kamu mau sholat lagi?”.

“Ya, ustadz. Saya bertaubat, saya mau sholat lagi.”

= = = =

Masya Allah, bagaimana ustadz itu tahu ya.. kalau pemuda itu sudah lama tidak sholat.. Beberapa tahun sebelumnya, ana mengikuti kajian di sebuah masjid. Ustadz pemateri juga tahu bahwa salah satu yang menghadiri kajiannya adalah orang yang rajin melakukan puasa Daud, dengan melihat wajahnya saja. Masya Allah..

 

Metode Tahfidz – Ustadz Mudhawi

Posted by: annisa sholihah on: 11 Desember 2011

Metode Menghafal Qur’an

Bersama Mudhawi Ma’arif

  I. PENDAHULUAN

Ada 3 prinsip (Three P) yang harus difungsikan oleh ikhwan/akhwat kapan dan di mana saja berada sebagai sarana pendukung keberhasilan dalam menghafal al qur’an. 3P (Three P) tersebut adalah:

 1. Persiapan (Isti’dad)

Kewajiban utama penghafal al-qur’an adalah ia harus menghafalkan setiap harinya minimal satu halaman dengan tepat dan benar dengan memilih waktu yang tepat untuk menghafal seperti:

a. Sebelum tidur malam lakukan persiapan terlebih dahulu dengan membaca dan menghafal satu halaman secara grambyangan (jangan langsung dihafal secara mendalam)

b. Setelah bangun tidur hafalkan satu halaman tersebut dengan hafalan yang mendalam dengan tenang lagi konsentrasi

c. Ulangi terus hafalan tersebut (satu halaman) sampai benar-benar hafal di luar kepala

 2. Pengesahan (Tashih/setor)

Setelah dilakukan persiapan secara matang dengan selalu mengingat-ingat satu halaman tersebu, berikutnya tashihkan (setorkan) hafalan antum kepada ustadz/ustadzah. Setiap kesalahan yang telah ditunjukkan oleh ustadz, hendaknya penghafal melakukan hal-hal berikut:

a. Memberi tanda kesalahan dengan mencatatnya (di bawah atau di atas huruf yang lupa)

b. Mengulang kesalahan sampai dianggap benar oleh ustadz.

c. Bersabar untuk tidak menambah materi dan hafalan baru kecuali materi dan hafalan lama benar-benar sudah dikuasai dan disahkan

 3. Pengulangan (Muroja’ah/Penjagaan)

Setelah setor jangan meninggalkan tempat (majlis) untuk pulang sebelum hafalan yang telah disetorkan diulang beberapa kali terlebih dahulu (sesuai dengan anjuran ustadz/ustadzah) sampai ustadz benar-benar mengijinkannya.

 

 II. SYARAT UTAMA UNTUK MEMUDAHKAN HAFALAN

1. Beriman dan bertaqwa kepada Allah

2. Berniat mendekatkan diri kepada Allah dengan menjadi hamba-hamba pilihanNya yang menjaga al-qur’an

3. Istiqomah sampai ajal musamma

4. Menguasai bacaan al-qur’an dengan benar (tajwid dan makharij al huruf)

5. Adanya seorang pembimbing dari ustadz/ustadzah (al-hafidz/al-hafidzah)

6. Minimal sudah pernah khatam al-qur’an 20 kali (dengan membaca setiap ayat 5 kali)

7. Gunakan satu jenis mushaf al-qur’an (al-qur’an pojok)

8. Menggunakan pensil/bolpen/stabilo sebagai pembantu

9. Memahami ayat yang akan dihafal

 

 III. MACAM-MACAM METODE MENGHAFAL

A.     Sistem Fardhi

Ikuti langkah ini dengan tartib (urut):

1. Tenang dan tersenyumlah, jangan tegang

2. Bacalah ayat yang akan dihafal hingga terbayang dengan jelas kedalam pikiran dan hati

3. Hafalkan ayat tersebut dengan menghafalkan bentuk tulisan huruf-huruf dan tempat-tempatnya

4. Setelah itu pejamkan kedua mata dan

5. Bacalah dengan suara pelan lagi konsentrasi (posisi mata tetap terpejam dan santai)

6. Kemudian baca ayat tersebut dengan suara keras (posisi mata tetap terpejam dan jangan tergesa-gesa)

7. Ulangi sampai 3x atau sampai benar-benar hafal

8. Beri tanda pada kalimat yang dianggap sulit dan bermasalah (garis bawah/distabilo)

9. Jangan pindah kepada hafalan baru sebelum hafalan lama sudah menjadi kuat

     Penggabungan ayat-ayat yang sudah dihafal

Setelah anda hafal ayat pertama dan kedua jangan pindah kepada ayat ketiga akan tetapi harus digabungkan terlebih dahulu antara keduanya dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Bacalah ayat pertama dan kedua sekaligus dengan suara pelan lagi konsentrasi

2. Kemudian bacalah keduanya dengan suara keras lagi konsentrasi dan tenang

3. Ulangi kedua ayat tersebut minimal 3x sehingga hafalan benar-benar kuat. Begitulah seterusnya, pada tiap-iap dua tambahan ayat baru harus digabungkan dengan ayat sebelumnya sehingga terjadi kesinambungan hafalan

4. Mengulang dari ayat belakang ke depan. Dan dari depan ke belakang

5. Semuanya dibaca dengan suara hati terlebih dahulu kemudian dengan suara keras (mata dalam keadaan tertutup)

6. Begitu seterusnya. Setiap mendapatkan hafalan baru, harus digabungkan dengan ayat/halaman/juz sebelumya.

 

 B.     Sistem Jama’i 

Sistem ini menggunakan metode baca bersama, yaitu dua/tiga orang (partnernya) membaca hafalan bersama-sama secara jahri (keras) dengan:

a. Bersama-sama baca keras

b. Bergantian membaca ayat-an dengan jahri. Keika partnernya membaca jahr dia harus membaca khafi (pelan) begitulah seterusnya dengan gantian.

Sistem ini dalam satu majlis diikuti oleh maksimal 12 peserta, dan minimal 2 peserta. Settingannya sebagai berikut:

a. Persiapan:

1. Peserta mengambil tempat duduk mengitari ustadz/ustadzah

2. Ustadz/ustadzah menetapkan partner bagi masing-masing peserta

3. Masing-masing pasangan menghafalkan bersama partnernya sayat baru dan lama sesuai dengan instruksi ustadz/ustadzah

4. Setiap pasangan maju bergiliran menghadap ustadz/ustadzah untuk setor halaman baru dan muroja’ah hafalan lama

b. Setoran ke ustadz/ ustadzah:

1. Muroja’ah: 5 halaman dibaca dengan sistem syst-an (sistem gantian). Muroja’ah dimulai dari halaman belakang (halaman baru) kearah halaman lama

2. Setor hafalan baru:

a. Membaca seluruh ayat-ayat yang baru dihafal secara bersama-sama

b. Bergiliran baca (ayatan) dengan dua putaran. Putaran pertama dimulai dari yang duduk disebelah kanan dan putaran kedua dimulai dari sebelah kiri.

c. Membaca bersama-sama lagi, hafalan baru yang telah dibaca secara bergantian tadi.

3. Muroja’ah tes juz 1, dengan sistem acakan (2-3x soal). Dibaca bergiliran oleh masing-masing pasangan.

Ketika peserta sendirian tidak punya partner, atau partnernya sedang berhalangan hadir, maka ustad wajibmenggabungkannya dengan kelompok lain yang kebetulan juz, halaman dan urutannya sama, jika hafalannya tidak sama dengan kelompok lain maka ustad hendaknya menunjuk salah seorang peserta yang berkemampuan untuk suka rela menemani.

c. Muroja’ah di tempat:

1. Kembali ketempat semula.

2. Mengulang bersama-sama seluruh bacaan yang disetorkan baik muroja’ah maupun hafalan baru, dengan sistem yang sama dengan setoran

3. Menambah hafalan baru bersama-sama untuk disetorkan pada pertemuan berikutnya

4. Jangan tinggalkan majlis sebelum mendapat izin ustadz/ustadzah.

 

 IV. KEISTIMEWAAN SISTEM JAMA’I

1. Cepat menguasai bacaan al-qur’an dengan benar

2. Menghilangkan perasaan grogi dan tidak PD ketika baca al-qur’an didepan orang lain

3. Melatih diri agar tidak gampang tergesa-gesa dalam membaca

4. Mengurangi beban berat menghafal al-qur’an

5. Melatih untuk menjadi guru dan murid yang baik

6. Menguatkan hafalan lama dan baru

7. Semangat muroja’ah dan menambah hafalan baru

8. Meringankan beban ustad

9. Kesibukannya selalu termotivasi dengan al-qur’an

10.  Mampu berda’wah dengan hikmah wa al-mau’idhah al-hasanah

11.  Siap untuk dites dengan sistem acakan

12.  Siap menjadi hamba-hamba Allah yang berlomba menuju kebaikan

 

 V. JAMINAN

1. Hafalan al-qur’an lanyah dan lancar dalam masa tempo yang sesingkat-singkatnya

2. Sukses dan bahagia di dunia dan akhirat

3. Pilihan Allah dan memperoleh surga ‘adn diakhirat nanti (surah fatir: 23-24)

 

 VI. METODE MURAJA’AH (Pengulangan dan penjagaan fardhi atau jama’i)

Ayat-ayat al-qur’an hanya akan tetap bersemayam didalam hati utu al-‘ilm jika ayat-ayat yang dihafal selalu diingat, diulang dan dimuroja’ah. Berikut ini cara muroja’ah:

1. Setelah hafal setengah juz/satu juz, harus mampu membaca sendiri didepan ustadz/ustadzah dan penampilan.

2. Setiap hari membaca dengan suara pelan 2 juz. Membaca dengan suara keras (tartil) minimal 2 juz setiap hari.

3. Simakkan minimal setengah juz setiap hari kepada teman/murid/jama’ah/istri/suami dst

4. Ketika lupa dalam muroja’ah maka lakukan berikut ini:

  • Jangan langsung melihat mushaf, tapi usahakan mengingat-ingat terlebih dahulu
  • Ketika tidak lagi mampu mengingat-ingat, maka silahkan melihat mushaf dan
  • Catat penyebab kesalahan. Jika kesalahan terletak karena lupa maka berilah tanda garis bawah. Jika kesalahan terletak karena faktor ayat mutasyabihat (serupa dengan ayat lain)  maka tulislah nama surat/no./juz ayat yang serupa itu di halaman pinggir (hasyiyah)

= = = = =

Alhamdulillah, akhirnya ana tahu bagaimana Ustadz Mudhawi mengajar murid2nya di ma’had Umar bin Khothtob Surabaya. Oo.. ternyata ini ya rahasianya.. :)

Tulisan di atas ana print untuk ana jadikan salah satu panduan menghafal qur’an. Semoga suatu saat ana bisa menghadiri majlis ta’lim beliau. Aamiin..

* Gagal dan Sukses *

Posted by: annisa sholihah on: 11 Desember 2011

MUTIARA PAGI: *GAGAL dan SUKSES*

Sahabatku, yang disebut sukses itu bukanlah orang yang tidak pernah jatuh, tapi yang disebut sukses adalah jika dia selalu bangkit tiap kali dia jatuh. Sedangkan yang disebut gagal adalah jika seseorang jatuh maka dia tetap pada posisi saat dia terjatuh.

Sahabatku, dalam kalimat puncak kesuksesan ada sebuah kata yang berbisik padamu “BANGKITLAH!” Maka, mari kita bangkit untuk menuju hidup yang lebih baik dengan selalu berpikir positif dan maju.

Sahabatku, jangan menyerah seberat apapun masalahmu saat ini. Bersabarlah sedikit lagi. Why? Karena bisa jadi kesuksesan itu sebentar lagi kau dapatkan.. karena 90% orang gagal adalah orang yang HAMPIR sukses.. :)

Salam ukhuwah..

Arsip

Statistik Blog

  • 80,377 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.