Learn to Be A True Muslimah

Pertanyaan

Usia saya sekarang 66 tahun. Saya ingin mendalami Islam hingga akhir hayat. Tetapi masa lalu saya penuh dengan sekuler, belajar teknologi komputer, belajar bahasa Inggris, Belanda. Mendalami bidang manajemen. Sangat sedikit berkaitan dengan islam, walaupun sentuhan selalu ada melalu sholat (yang sholatnya compang camping), membaca buku-buku tentang Islam (tidak mendalam), dan cinta kepada Islam.

Pertanyaannya: Bisakah orang seperti saya belajar menghafal Quran dan mengerti kandungan isinya?

Achmad Siswono

Jawaban

Bapak Achmad Siswono yang dirahmati Allah, bersyukur lah bapak karena telah mengetahui banyak ilmu seperti yang bapak sampaikan di atas. insya Allah ilmu yang pernah bapak pelajari tidak akan sia-sia. selagi bapak gunakan dalam rangka memajukan agama Islam yang mulia ini.

Subhanallah, saya sangat bangga dan senang sekali mengetahui keinginan bapak yang sudah berusai lanjut, untuk  menghafal Al-Qur’an, terlebih mengerti isinya.

Siapapun dia,anak-anak, remaja, dewasa atau orang yang yang berusia lanjut, laki-laki maupun wanita, bila mana memiliki keinginan kuat dalam melaksanakan suatu pekerjaan dan diringi denga niat ikhlash, insya Allah kemudahanlah yang akan dia dapati. terlebih keinginan itu adalah untuk menghafal Al-Qur’an. Allah SWT mengulang firman-Nya sampai empat kali di dalam surat yang sama, yaitu surat Al-Qamar, surat ke-54

???? ????? ?????? ????? ??? ?? ????

“Dan sungguh telah kami mudahkan Al-Qur’an untuk diingat, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?”

Di suatu wilayah di Jakarta Timur, ada seorang ibu yang berusia lebih dari 50 tahun, dalam waktu kurang lebih 5 tahun, alhamdulillah telah tamat menghafal Al-Qur’an 30 juz, bukan juz 30. tentunya ada beberapa tahapan yang dilalui sang ibu. diantaranya dia mulia dari memperbaiki tilawah(bacaan) Al-Qur’an sampai ke tingkat boleh menghafal setelah mendapat izin dari pembimbingnya.

Siang malam sang ibu tak terlepas dari membaca, menghafal dan mengulang-ulang ayat-ayat Al-Qur’an. bahkan sambil mamasakpun beliau tidak terlepas dari melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an. Ini barang kali satu contoh di Jakarta. Ada satu contoh lain di wilayah Jawa Timur sekitar tahun 90-an, ada seorang nenek yang hafal Al-Qur’an 30juz setelah dia merutinkan dirinya untuk terus khatam membaca Al-Qur’an setiap bulan. Tak terasa ternyata tanpa disangka dia dapat membaca ayatayat Al-Qur’an tanpa harus melihat mushaf Al-Qur’an.

Oleh karenanya baik sekali bila mana bapak banyak membaca buku-buku yang berkaitan dengan kegiatan menghafal Al-Qur’an. Diantaranya buku “Kiat Sukses Menjadi Hafizh Da’iyah” karya Ust. Abdul Aziz Abdurrauf Al-Hafizh, Lc, MA hafizhahullah.

Kemudian untuk mengerti kandungan dan isi al-Qur’an tentunya juga mudah sama mudahnya ketika kita menghafal Al-Qur’an. Karena ketika Allah SWT memudahkan Al-Qur’an untuk dihafal, disitu pula Dia akan memudahkan kita dalam memahami kandungan dan isi Al-Qur’an. Banyak terjemahan dan tafsir Al-Qur’an yang mudah kita peroleh, namun alangkah baiknya bila kita memiliki perangkat untama dalam memahami Al-Qur’an, yaitu Bahasa Arab. Bahasa Arab mudah dipelajari dan perlu. dikatakan sangat mudah, karena betapa banyak orang non arab yang suksek dalam menuntut ilmu sehingga banyak diantara mereka menjadi guru bagi orang arab yang berlidah asli arab.

Oleh karenanya banyak bergaulah bapak dengan orang-orang yang selama ini selalu berinteraksi dengan Al-Qur’an.

Semoga Allah SWT memudahkan bapak dan kita semua dalam menghafal serta memahami kandungan dan isi al-Qur’an. Aamiin.

Wallahu ‘alam bishshawab.

= = = = =

Sumber : http://muntadaquran.net/web/index.php?option=com_content&view=article&id=77

Surabaya Siap Danai Hafal Quran

Posted by: annisa1 on: 4 Juli 2009

Surabaya (SuaraMedia) – Pemerintah siap mendanai penghafal Al Quran yang ada di Jawa Timur dengan APBD. Penghafal Al-Qur’an, menurut Wakil Gubernur Jatim Drs H Saifullah Yusuf, masih berjuang sendiri tanpa dukungan dari orang lain. “Karenanya, Pemprov siap menyisihkan dana APBD untuk LPPIQ sebesar Rp 20 juta,” ujar wagub saat menghadiri Milad ( Ulang tahun) Lembaga Pendidikan dan Pengkajian Ilmu Al-Qur’an (LPPIQ) ke-16 di Masjid Al Akbar Surabaya, Rabu (15/5).

Selain itu, Pemerintah Kota Surabaya juga memberikan sumbangan sebesar Rp 5 juta.” Kalau dulu orang hafal Al-Qur’an tapi buta huruf, namun sekarang justru kebalikannya,” terangnya. Wagub berharap, sumbangan tersebut dapat meningkatkan mutu dan kualitas penghafal Al-Qur’an dan pendidikan Al-Qur’an.

Untuk meningkatkan pendidikan menurut dia,ada tiga syarat yang harus dipenuhi, pertama guru yang berkualitas den bertingkah laku baik, kedua kurikulum yang harus diperbaiki dan ketiga sarana prasarana yang memadai.

Dijelaskannya, sama halnya dengan guru pendididkan umum, guru Al-Qur’an harus disekolahkan. Selain disekolahkan guru di bidang agama harus diperjuangkan dengan cara sertifikasi dan tunjangan. LPPIQ yang bergerak di bidang lembaga pendidikan dan pengkajian ilmu Al-Qur’an diharapkan dapat memperjuangkan hal ini.

Dalam acara ulang tahun LPPIQ mengadakan serangkaian acara, di antaranya mewisuda 42 santriwan-santriwati, penyerahan hadiah juara apresiasi Al-Qur’ani dan Tolkshow. Penyerahan hadiah diberikan secara simbolis Wagub Jatim, Wawali kota Surabaya dan Direktur LPPIQ Prof DR HM Roem Rowi MA. Peringkat pertama lomba apresiasi Qur’ani diraih kelompok Al Hikmah dari Gresik, kedua Al Hidayah dari Ketintang Baru Surabaya dan peringkat ketiga diraih kelompok Baitul Haq dari Ketintang Permai Surabaya.

Sementara Talkshow yang mengangkat tema Selamatkan Generasi dengan Teknologi Qurani menghadirkan Prof DR HM Roem Rowi MA, Ust DR H Abdullah Shahab MSc dan Ust Bagus Sunyoto MPsi. LPPIQ juga menggelar pameran hasil kerajinan berupa pakaian, makanan kecil dan depot. Ada 14 stan yang memajang hasil karyanya.

Wakil Direktur LPPIQ Drs Mashudi Tohir Mag mengatakan, saat ini LPPIQ mempunyai anggota binaan mencapai 3.500 yang tersebar di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik serta 290 tempat binaan. Saat ini LPPIQ memiliki program ,yaitu Qurani Kids Club (QKC), Q-Key Organizer, Q-Key Wedding Organizer, Q-Key Prudaction dan Muslim Gaul Dotkom.(rpb/s.med) SuaraMedia.Com

Mengelola Hafalan Qur’an

Posted by: annisa1 on: 4 Juli 2009

Hafalan Qur’an Hancur???
Menej donk…, Insya Allah bisa!

Bismillah, Wallahu…
Sungguh… Judul di atas mencerminkan kegundahan kita yang (mungkin) memiliki sedikit hafalan Qur’an. Eh tapi, tiba-tiba di tengah perjalanan ketinggal entah kemana atuh… Beberapa ayat atau surahnya terlupa sebagian alias lupa-lupa ingat… Kasihan ya…

Penulis sendiri, yang pernah mencoba-coba menghafal beberapa ayat Qur’an, sama seperti antum semua…. Penulis juga memiliki tips tersendiri agar ayat/surah yang sudah dihafal tidak mudah terlupa. Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah :

1. Kita harus menyadari bahwa itu memang sunnatullah! Segala yang bernilai BAIK di mata Allah umumnya sangat penuh dengan rintangan dan ujian. Jadi, tidak mudah… Untuk itu ketika kita memiliki hafalan Qur’an, niatkan diri sepenuh mungkin bisa ikhlas lillahita’ala dan siap menghadapi seberat apapun ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan… (He…3, lengkap sudah… Miripp pelajaran PPKn ya?)

2. Selalu mengulang-ulang hafalan (Muraja’ah). Sebaiknya dilakukan dengan bantuan orang lain. Boleh juga dengan memutar kaset2 murattal/format MP3 yang bertempo cepat. Ketika mengulang hafalan, perhatikan dengan benar kebenaran ayat yang sudah dihafal. Jangan sampai menghafal yang salah.

3. Biasakan ketika menghafal Qur’an kita memiliki irama tertentu. Maksudnya, untuk ayat atau surah atau juz tertentu yang kita hafal, kita memiliki irama spesifik. Bisa dengan irama yang kita ciptakan sendiri (irama khas pribadi) atau mengikuti irama para syaikh hafidzh Qur’an seperti Syaikh Musya’ari Rasyid (Ha… ini favoritku man!) atau Syaikh Al Ghamidiy… . Dengan memiliki irama, hal ini akan memudahkan untuk mengingat-ingat kembali ketika nanti kita mengalami ‘lupa-lupa ingat’. Silakan dicoba…
Catatan : Perlu juga diperhatikan, irama hanya untuk membantu… jangan sampai ketergantungan dengan irama. Penulis memiliki salah seorang sahabat Qur’an yang ketergantungan irama. Beliau ‘nyetor Juz 29 harus pake irama Arrafa’i, eh rupanya ketika iramanya berubah…………..Juz 29-nya akhirnya melayang…

Ada pertanyaan dari salah seorang ikhwan (saudara) : Akh, gmn sih caranya agar irama kita sama dengan irama para Syaikh…kayak di murattal2 itu lah…

Sebenarnya itu mudah… (Kata orang…). Jika kita ingin menirukan irama khas para Syaikh dari Timur Tengah mudah saja! Caranya (Ini kata orang lho…), sering-sering aja mendengar suara lantunan Qur’an dari Syaikh tersebut… Insya Allah akan tertular…

4. Selalu berdo’a kepada Allah agar diberi kemudahanuntuk mampu mengahafal firmanNya. Permohonan seorang hamba yang ikhlas pasti dikabulkan oleh Allah. Tapi syaratnya harus ikhlas lho, kalo gak ikhlas bukan dipermudah malah dipersulit…

5. Jangan banyak MAKSIAT… (Ane rasa tak perlu dijelasin banyak2. Insya Allah semua sudah pada tau khan?)

Banyak para HafidzhQur’an berkata bahwa mempertahankan hafalan lebih susah daripada menghafal yang baru. Untuk itu kita harus berhati-hati ketika sudah memiliki hafalan. Tolong dijaga terus ya…

wallahu a’lam bishshawab…

= = = = =

Sumber : http://julhasratman.blogspot.com/2007/07/mengelola-hafalan-quran.html

Metode Menghafal Al-Quran (2)

Posted by: annisa1 on: 4 Juli 2009

Menghafal qur’an merupakan kegiatan yang sangat mulia, karena hafidz qur’an adalah ahlullah di Bumi . Diperlukan do’a, kedisiplinan, dan keuletan agar sukses dalam menghafal qur’an. Dalam menghafal Anda dituntut untuk memiliki strategi yang jitu agar semua kegiatan yang menjadi tanggungjawab Anda tidak terabaikan. Pada kesempatan ini saya akan memaparkan strategi saya dalam menghafal yang Insya Allah dapat bermanfaat bagi Anda. Terutama bagi santri kelas kibar yang ingin mendapatkan syahadah.

Berikut strateginya :

1.    Usahakan pikiran dalam keadaan tenang (calm mind), dan suasana nyaman. Karena saat pikiran kacau sekeras apapun Anda berusaha hasilnya tidak sama dengan saat pikiran tenang.

2. Membaca terlebih dahulu ayat-ayat yang akan dihafal. Ini membantu untuk lebih memudahkan dalam mengucapkan. Selain itu jika di dalam halaman tesebut ada ayat yang mudah ataupun indah, maka Anda merasa lebih bersemangat untuk menghafalkannya.

3. Memahami ayat yang akan dihafal. Memahami ayat dapat membantu untuk mengurutkan ayat-ayat yang dihafal. Selain itu juga dapat membantu agar Anda bisa merenungi kandungannya.

4. Menghafal ayat satu persatu hingga dhobit (hafal sekali), kemudian menggabungkannya dengan ayat selanjutnya hingga lengkap satu halaman. Biasanya pada keesokan harinya mutu hafalan akan sedikit menurun, tetapi dengan dimuroja’ah terus-menerus lama-kelamaan akan dhobit.

5. Jangan lupa untuk memuroja’ah hafalan Anda yang sebelumnya paling tidak 1 pekan sekali, jika tidak bisa 2 pekan sekali. Semakin lama rentang Anda muroja’ah semakin sulit untuk mengulangnya.

Waktu-waktu menghafal :

1. Ba’da shubuh hingga pukul 06.30AM. Karena pada saat itu rasa kantuk sudah hilang dan pikiran masih segar.

2. Waktu istirahat sekolah. Pada waktu ini pikiran juga masih segar, selain itu bagi santri yang jam pelajaran sebelumnya sudah tidur, waktu ini serasa segar. Tetapi tidak tidur di kelas lebih baik.

3. Ba’da Dzuhur

4. Ba’da Ashar

5. Ba’da Maghrib

6. Ba’da Isya.

7. Tengah malam (diatas pkl 10 malam) bertempat di Masjid. Pada saat ini suasana sudah menjadi tenang, sehingga kita lebih leluasa dalam mengeraskan suara.

8. Sebelum shubuh.

Bagi Anda yang memilki niat untuk menjadi hafidz, paling tidak anda menyisihkan waktu kurang lebih 4 jam untuk nderes (membaca qur’an). Jadi, waktu-waktu diatas bukanlah patokan baku dalam menghafal. Di dalam menghafal qur ‘an, Anda akan menemui kesulitan di beberapa tempat. Pesan saya janganlah mudah putus asa dalam menghafal. Mula-mula menghafal qur’an memang sulit, tetapi seiring berjalannya waktu Insya Allah akan menjadi mudah.

= = = = =

Sumber : http://suntree.blogsome.com/2007/10/21/16/

Kenapa Harus Hafal Al-Qur’an?

Posted by: annisa1 on: 4 Juli 2009

Sewaktu masih di jenjang sekolah, membaca qur’an merupakan rutinitas yang tidak bisa dipisahkan. Sekarang silakan lihat keadaan Anda masing-masing. Apakah Anda masih memiliki waktu untuk membaca qur’an seperti saat Anda masih kecil..?

Al Qur’an adalah petunjuk dari Allah SWT yang diturunkan untuk manusia agar tidak tersesat dari jalan kebenaran. Logikanya, jika Anda memiliki prototip computer yang belum dirakit, dan Anda belum tahu bagaimana cara merakit computer. Apa yang Anda perlukan untuk merakit computer? Bisa dipastikan Anda membutuhkan buku panduan guna merakit prototipe tersebut menjadi sebuah computer. Al qur’an bisa dipermisalkan dengan buku panduan tersebut. Al Qur’an berisi petunjuk, kabar gembira bagi orang mu’min dan kabar buruk bagi orang yang mengingkari Al Qur’an dan As Sunnah. Al Quran juga berisi rule of the game di dunia ini. Jika manusia telah jauh dengan Al Qur’an, bisa dipastikan kehidupannya suram. Jadi intinya, sesibuk apapun Anda, Qur’an tidak boleh Anda tinggalkan. Qur’an tidak bisa diganti dengan kitab yang lain yang notabene buatan manusia. Manusia tidak dapat seenaknya membuat peraturan di Bumi ini, karena bukan manusia yang yang menciptakan alam semesta akan tetapi Allah lah yang menciptakannya. Logikanya, dalam merakit computer, Anda tidak dapat sembarangan memasangkan prototip-prototip tersebut. Jika Anda nekad melakukannya bisa dipastikan computer tidak akan digunakan, bahkan malah menjadi rusak (konslet). Sudah banyak sekali contoh akibat tidak diterapkannya Aturan Allah  SWT. Di Indonesia -Negara yang belum mennjalankan Aturan Islam secara sempurna- , tingkat criminal masih tergolong tinggi, lain dengan Saudi Arabia yang sudah menerapkan Aturan Islam, memiliki tingkat criminal yang tendah.

Qur’an memiliki banyak sekali kelebihan, salah satu contohnya adalah quran merupakan satu-satunya kitab yang masih terjaga keasliannya hingga sekarang, bahkan hingga hari akhir. Allah SWT memiliki banyak cara untuk menjaga Quran, salah satunya adalah dengan banyaknya para penghafal Quran di muka bumi ini. Selain itu, quran memuat hal-hal yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan. Contohnya, Quran telah menjelaskan kejadian manusia pada 14 abad yang lalu yang kemudian kebenarannya baru terungkap pada zaman sekarang. Selain itu, Quran juga telah menjelaskan bagaimana proses terpecahnya bintang, pernyataan bahwa bumi itu bulat, dan masih banyak lagi. Dari sudut pandang bahasa quran memiliki gaya bahasa yang sangat indah, dan tidak tertandingi. Tidak ada makhluq yang dapat membuat yang semisal dengan quran.

Allah SWT telah menurunkan quran dan menjadikannya kitab yang mulia serta menjaganya hingga hari akhir

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya(Al Hijr:9)

Oleh karena itu wajar jika orang yang berinteraksi dengannya memiliki keutamaan di sisi Allah SWT baik di dunia maupun di akhirat. Berikut ini keutamaan yang dijelaskan oleh Allah SWT dan Rasulnya.

Keutamaan di Dunia :

  1. 1.    Menghafal quran merupakan keutamaan rabbani yang datang dari Allah SWT. Bahkan ni’mat mampu menghafal quran sama dengan nikmat kenabian, bedanya ia tidak mendapat wahyu. Rasulullah menjelaskan,”Barangsiapa yang membaca(hafal) Quran, maka sungguh dirinya telah menaiki derajat kenabian hanya saja tidak diwahyukan kepadanya. Tidak pantas bagi hafidz quran bersama siapa saja yang ia dapati dan tidak melakukan kebodohan terhadap orang yang melakukan kebodohan (selektif dalam bergaul)sementara dalam dirinya terdapat firman Allah(HR.Hakim)
  2. 2.    Seorang hafidz quran adalah orang yang mendapatkan penghargaan khusus dari Nabi SAW. Diantara penghargaan nabi yang pernah diberikan nabi kepada sahabat penghafal quran adalah perhatian yang khusus kepada syuhada Uhud dengan mendahulukan pemakamannya, dalam pengiriman delegasi Rasulullah memilih orang yang paling banyak hafalannya sebagai delegasi.
  3. 3. Menghafal quran merupakan ciri orang yang diberi ilmu.
  4. 4. Hafidz quran merupakan keluarga Allah di muka bumi
  5. 5. Menghormati hafidz quran berarti mengagungkan Allah SWT

Keutamaan di Akhirat:

  1. 1. Quran akan menjadi syafa’at bagi para penghafalnya. Dari Abi Umamah r.a, ia berkata,”Aku mendengar Rasulullah SAW berkata,”Bacalah Quran, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafa’at pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafal)(HR. Muslim)
  2. 2. Hifdzul quran akan meninggikan derajat manusia di surga. Dari Abdillah bin Amr bin ‘Ash dari nabi SAW. Ia bersabda,”Akan dikatakan kepada shahib quran,”Bacalah dan naiklah serta tartilkan sebagaimana engkau menartilkan Quran di dunia, sesungguhnya kedudukanmu di akhir ayat yang kau baca.”(HR. Abu Daud dan At-tirmidzi) Para ulama menjelaskan arti shahib quran adalah orang yang hafal semuanya atau sebagian, selalu membaca dan mentadabur serta mengamalkan isinya, dan berakhlaq seperti isinya.
  3. 3. Penghafal quran bersama para malaikat yang mulia dan taat
  4. 4. Bagi para penghafal quran akan diberikan mahkota kehormatan. Jika orang tuanya muslim, maka akan mendapatkan pakaian yang lebih bagus dari dunia seisinya.
  5. 5. Penghafal quran adalah orang yang tidak akan merugi dalam perdagangannya.

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri(QS.Fathiir 35:29-30)

Setelah mengetahui keutamaan berinteraksi dengan quran, mari tumbuhkan semangat untuk selalu berinteraksi dengannya, salah satu caranya adalah dengan menghafalnya. Menghafal quran tidak mengenal perbedaan umur. Baik tua maupun muda asalkan memiliki keinginan yang kuat insya Allah dapat menghafal quran. Kebanyakan sahabat menghafal quran pada saat dewasa. Jadi, umur bukanlah alasan untuk tidak menghafal quran. Dalam proses menghafal Anda dapat memetik banyak sekali pelajaran yang berharga. Sebelum menghafal Anda dituntut untuk memahami ayat Qur’an guna mempermudah proses penghafalan. Dengan memahamai ayat qur’an, diharapkan Anda dapat mengenal lebih jauh tentang Islam, baik dari segi fiqh, muamalah, sejarah, dan lain-lain. Jika anda sudah memiliki hafalan Quran, Anda akan terdorong untuk berusaha menjaganya. Karena merupakan dosa besar melupakan ayat quran yang sudah dihafal. Salah satu cara untuk menjaga hafalan adalah dengan cara mengulang-ulangnya. Sehingga dengan mengulang-ulang hafalan, Anda pun akan selalu bersama Quran. Perlu diketahui, ada beberapa penghafal quran yang kehilangan hafalannya karena lalai dalam menjaganya. Sehingga dhobitkanlah hafalan anda terutama jika Anda sudah khatam 30 juz, sehingga Anda dapat dengan mudah memuroja’ah hafalan Anda. Jika hafalan sudah dhobit, Anda bisa muroja’ah sambil menyetir mobil, memasak, dan banyak lagi pekerjaan yang bisa dibarengi dengan muroja’ah Sehingga minimal dalam seminggu Anda bisa mengulang hafalan Anda sekali.

= = = = =

Sumber: http://suntree.blogsome.com/2007/10/24/kenapa-harus-haafal-quran/

Metode Menghafal Qur’an

Posted by: annisa1 on: 4 Juli 2009

Bersama Mudhawi Ma’arif

I. Pendahuluan

Ada 3 prinsip (Three P) yang harus difungsikan oleh ikhwan/akhwat kapan dan dimana saja berada sebagai sarana pendukung keberhasilan dalam menghafal al qur’an. 3P (Three P) tersebut adalah:

1. Persiapan (Isti’dad)

Kewajiban utama penghafal al-qur’an adalah ia harus menghafalkan setiap harinya minimal satu halam dengan tepat dan benar dengan memilih waktu yang tepat untuk menghafal seperti:

a. Sebelum tidur malam lakukan persiapan terlebih dahulu dengan membaca dan menghafal satu halaman secara grambyangan (jangan langsung dihafal secara mendalam)

b. Setelah bangun tidur hafalkan satu halaman tersebut dengan hafalan yang mendalam dengan tenang lagi konsentrasi

c. Ulangi terus hafalan tersebut (satu halaman) sampai benar-benar hafal diluar kepala

2. Pengesahan (Tashih/setor)

Setelah dilakukan persiapan secara matang dengan selalu mengingat-ingat satu halaman tersebu, berikutnya tashihkan (setorkan) hafalan antum kepada ustad/ustadzah. Setiap kesalahan yang telah ditunjukkan oleh ustad, hendaknya penghafal melakukan hal-hal berikut:

a.      Memberi tanda kesalahan dengan mencatatnya (dibawah atau diatas huruf yang lupa)

b.      Mengulang kesalahan sampai dianggap benar uoleh ustad.

c.      Bersabar untuk tidak menambah materi dan hafalan baru kecuali materi dan hafalan lama benar-benar sudah dikuasai dan disahkan

3. Pengulangan (Muroja’ah/Penjagaan)

Setelah setor jangan meninggalkan tempat (majlis) untuk pulang sebelum hafalan yang telah disetorkan diulang beberapa kali terlebih dahulu (sesuai dengan anjuran ustad/ustadzah) sampai ustad benar-benar mengijinkannya

II. Syarat Utama Untuk Memudahkan Hafalan

1. Beriman dan bertaqwa kepada Allah

2. Berniat mendekatkan diri kepada Allah dengan menjadi hamba-hamba pilihanNya yang menjaga al-qur’an

3. Istiqomah sampai ajal musamma

4. Menguasai bacaan al-qur’an dengan benar (tajwid dan makharij al huruf)

5. Adanya seorang pembimbing dari ustad/ustadzah (al-hafidz/al-hafidzah)

6. Minimal sudah pernah khatam al-qur’an 20 kali (dengan membaca setiap ayat 5 kali)

7. Gunakan satu jenis mushaf al-qur’an (al-qur’an pojok)

8. Menggunakan pensil/bolpen/stabilo sebagai pembantu

9. Memahami ayat yang akan dihafal

III. Macam-macam Metode Menghafal

A. Sistem Fardhi

Ikuti langkah ini dengan tartib (urut):

1. Tenang dan tersenyumlah, jangan tegang

2. Bacalah ayat yang akan dihafal hingga terbayang dengan jelas kedalam pikiran dan hati

3.  Hafalkan ayat tersebut dengan menghafalkan bentuk tulisan huruf-huruf dan tempat-tempatnya

4. Setelah itu pejamkan kedua mata dan

5. Bacalah dengan suara pelan lagi konsentrasi (posisi mata tetap terpejam dan santai)

6. Kemudian baca ayat tersebut dengan suara keras (posisimata tetap terpejam dan jangan tergesa-gesa)

7. Ulangi sampai 3x atau sampai benar-benar hafal

8.  Beri tanda pada kalimat yang dianggap sulit dan bermasalah (garis bawah/distabilo)

9. Jangan pindah kepada hafalan baru sebelum hafalan lama sudah menjadi kuat

Penggabungan ayat-ayat yang sudah dihafal

Setelah anda hafal ayat pertama dan kedua jangan pindah kepada ayat ketiga akan tetapi harus digabungkan terlebih dahulu antara keduanya dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Bacalah ayat pertama dan kedua sekaligus dengan suara pelan lagi konsentrasi

2. Kemudian bacalah keduanya dengan suara keras lagi konsentrasi dan tenang

3. Ulangi kedua ayat tersebut minimal 3x sehingga hafalan benar-benar kuat.

Begitulah seterusnya, pada tiap-iap dua tambahan ayat baru harus digabungkan

dengan ayat sebelumnya sehingga terjadi kesinambungan hafalan

4. Mengulang dari ayat belakang ke depan. Dan dari depan ke belakang

5. Semuanya dibaca dengan suara hati terlebih dahulu kemudian dengan suara keras (mata dalam keadaan tertutup)

6. Begitu seterusnya. Setiap mendapatkan hafalan baru, harus digabungkan dengan ayat/halaman/juz sebelumya.

B. Sistem Jama’i

Sistem ini menggunakan metode baca bersama, yaitu dua/tiga orang (partnernya) membaca hafalan bersama-sama secara jahri (keras) dengan:

a. Bersama-sama baca keras

b. Bergantian membaca ayat-an dengan jahri. Keika partnernya membaca jahr dia harus membaca khafi (pelan) begitulah seterusnya dengan gantian.

Sistem ini dalam satu majlis diikuti oleh maksimal 12 peserta, dan minimal 2 peserta. Settingannya sebagai berikut:

a. Persiapan:

1. Peserta mengambil tempat duduk mengitari ustad/ustadzah

2. Ustad/ustadzah menetapkan partner bagi masing-masing peserta

3. Masing-masing pasangan menghafalkan bersama partnernya sayat baru dan lama sesuai dengan instruksi ustad/ustadzah

4. Setiap pasangan maju bergiliran menghadap ustad/ustadzah untuk setor halaman baru dan muroja’ah hafalan lama

b. Setoran ke ustad/ ustadzah:

1.     Muroja’ah: 5 halaman dibaca dengan sistem syst-an (sistem gantian). Muroja’ah dimulai dari halaman belakang (halaman baru) kearah halaman lama

2.      Setor hafalan baru:

a. Membaca seluruh ayat-ayat yang baru dihafal secara bersama-sama

b. Bergiliran baca (ayatan) dengan dua putaran. Putaran pertama dimulai dari yang duduk disebelah kanan dan putaran kedua dimulai dari sebelah kiri.

c.  Membaca bersama-sama lagi, hafalan baru yang telah dibaca secara bergantian tadi.

3.      Muroja’ah tes juz 1, dengan sistem acakan (2-3x soal). Dibaca bergiliran oleh masing-masing pasangan.

Ketika peserta sendirian tidak punya partner, atau partnernya sedang berhalangan hadir, maka ustad wajibmenggabungkannya dengan kelompok lain yang kebetulan juz, halaman dan urutannya sama, jika hafalannya tidak sama dengan kelompok lain maka ustad hendaknya menunjuk salah seorang peserta yang berkemampuan untuk suka rela menemani.

c. Muroja’ah ditempat:

1.  Kembali ketempat semula.

2.  Mengulang bersama-sama seluruh bacaan yang disetorkan baik muroja’ah maupun hafalan baru, dengan sistem yang sama dengan setoran

3.  Menambah hafalan baru bersama-sama untuk disetorkan pada pertemuan berikutnya

4.  Jangan tinggalkan majlis sebelum mendapat izin ustad/ustadzah.

IV. Keistimewaan sistem jama’i

1. Cepat menguasai bacaan al-qur’an dengan benar

2. Menghilangkan perasaan grogi dan tidak PD ketika baca al-qur’an didepan orang lain

3. Melatih diri agar tidak gampang tergesa-gesa dalam membaca

4. Mengurangi beban berat menghafal al-qur’an

5. Melatih untuk menjadi guru dan murid yang baik

6. Menguatkan hafalan lama dan baru

7. Semangat muroja’ah dan menambah hafalan baru

8. Meringankan beban ustad

9. Kesibukannya selalu termotivasi dengan al-qur’an

10.  Mampu berda’wah dengan hikmah wa al-mau’idhah al-hasanah

11.  Siap untuk dites dengan sistem acakan

12.  Siap menjadi hamba-hamba Allah yang berlomba menuju kebaikan’

V. Jaminan

1. Hafalan al-qur’an lanyah dan lancar dalam masa tempo yang sesingkat-singkatnya

2.      Sukses dan bahagia di dunia dan akhirat

3.      Pilihan Allah dan memperoleh surga ‘adn diakhirat nanti (surah fatir: 23-24)

VI. Metode Muroja’ah (Pengulangan dan penjagaan fardhi atau jama’i)

Ayat-ayat al-qur’an hanya akan tetap bersemayam didalam hati utu al-‘ilm jika ayat-ayat yang dihafal selalu diingat, diulang dan dimuroja’ah. Berikut ini cara muroja’ah:

1. Setelah hafal setengah juz/satu juz, harus mampu membaca sendiri didepan ustad/ustadzah dan penampilan.

2. Setiap hari membaca dengan suara pelan 2 juz. Membaca dengan suara keras (tartil) minimal 2 juz setiap hari.

3. Simakkan minimal setengah juz setiap hari kepada teman/murid/jama’ah/istri/suami dst

4. Ketika lupa dalam muroja’ah maka lakukan berikut ini:

  • Jangan langsung melihat mushaf, tapi usahakan mengingat-ingat terlebih dahulu
  • Ketika tidak lagi mampu mengingat-ingat, maka silahkan melihat mushaf dan
  • Catat penyebab kesalahan. Jika kesalahan terletak karena lupa maka berilah tanda garis bawah. Jika kesalahan terletak karena faktor ayat mutasyabihat (serupa dengan ayat lain)  maka tulislah nama surat/no./juz ayat yang serupa itu di halaman pinggir (hasyiyah)

Mengapa Al-Qur’an harus dibaca dan dihafal ?!

Posted by: annisa1 on: 3 Juli 2009

Pertanyaan ini mungkin jarang terlintas dalam benak kita masing-masing. Wallahu a’lam, Mungkin karena kita juga tidak pernah ingin memikirkannya atau karena kurang mengerti fungsi al-Qur’an dalam hidup kita sebagai pedoman hidup..Atau kita sibuk dengan agenda hidup kita masing-masing, sehingga tidak lagi menghiraukan kebutuhan iman kita terhadap al-Qur’an ini..!

Ok…Bagaimanapun yang penting, terlebih dahulu mari kita simak sabda Rasulullah saw berikut:

“Orang yang mahir membaca al-Qur’an akan bersama para duta-duta Allah swt (para malaikat) yang mulia lagi berbakti. Dan orang yang membacanya, tapi dengan terbata-bata (belum lancar) dan ia merasa berat ketika membacanya, maka baginya dua pahala.”(al-hadits)

Rasulullah saw sebagai nabi kita, sekaligus suri teladan kita dalam menjalankan Islam ini, sudah mencontohkan bagaimana sebaiknya setiap muslim berinteraksi dengan al-Qur’an sebagai sumber hidayah (way of life). Memang, kalau kita baca siroh Rasulullah dan para sahabatnya, di sana akan disebutkan bahwa referensi yang pertama kali dijadikan acuan dalam bergerak bersama Islam adalah interaksi yang total dengan ayat-ayat-Nya.


Sehari saja para sahabat tidak membaca al-Qur’an dan merenunginya, maka jiwa mereka akan kering-kerontang, hati mereka keras menghadapi persoalan hidup, perasaan mereka kurang sensitif dalam menyikapi berbagai persoalan hidup dan seterusnya.

Sejarah sudah banyak menyebutkan bahwa bacaan tilawah al-Qur’an mereka benar-benar menjadi wirid harian. Wirid dalam arti bacaan rutin yang mereka luangkan dalam sehari dan sudah menjadi bagian dari kehidupan ruhiyyah mereka dalam bertaqorrub kepada ilahi..mereka berlomba-lomba menjadikannya sebagai wirid harian. Maka tidak heran jika ada di antara mereka yang mengkhatamkannya dalam seminggu, dalam 2 pekan, 3 pekan sampai sebulan lamanya..Nah di sinilah makna dan kandungan al-Qur’an yang mereka baca menjadi sumber kekuatan yang sangat dahsyat dan dinamis bagi kehidupan mereka.

Kita tahu, bagaimana sikap mereka tatkala sehari saja tidak membuka lembaran al-Qur’an, melihat rangkaian indah kalimat-Nya dan meresapi maknanya, maka seakan suasana hati mereka sepi dan sunyi dengan kehadiran Allah dalam perjuangan hidup mereka menegakkan Islam..

Jika saat ini, bacaan kita masih belepotan dan tidak karuan hukum tajwidnya, maka itu masih dihargai dengan pahala dua kali oleh Rasulullah saw. Pertama; pahala niat dan keinginan kita untuk mau belajar. Dan kedua; pahala kesulitan yang kita alami saat mempelajarinya. Subhanalloh, ajaran Islam begitu memanjakan kita, umatnya dengan pahala yang sedemikian mudah diperoleh. Tentu ini sesuai dengan kepahaman kita tentang Islam itu sendiri. Sebab antara keislaman dan bacaan al-Qur’an kita memang tidak terpisahkan. Bahkan saling memiliki keterkaitan antara satu dengan yang lainnya.

Lah, bagaimana, jika kita termasuk mereka yang pandai, mahir dan ahli dalam membaca dan bisa memahami isinya? “mereka akan ditempatkan bersama para malaikat-malaikat Allah yang mulia lagi berbakti.” Wow..luar biasa..Itulah derajat yang tertinggi bagi umat Islam yang memiliki keunggulan ini.

Karena kebaikan yang dilakukan setiap muslim tingkatannya berbeda-beda, maka sangat logis Rasulullah membanggakan umatnya dengan pahala al-Qur’an ini..Jadi jangan lagi ragu dan malu untuk memulai dari sekarang..
Kita tidak tahu, dengan amalan apakah Allah akan memperkokoh iman dan Islam kita? Dengan langkah kebaikan yang manakah Allah akan memperteguh jati diri kita menegakkan Islam?!

So, sangat wajar segala sesuatunya harus dimulai dari sini, dari belajar al-Qur’an…Dan tidak ada yang menghalangi niat dan tujuan baik kita untuk memulai selain hati yang keras dan motivasi yang lemah..

“Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat umat ini dengan al-Qur’an dan merendahkan derajat yang lain juga dengan al-Qur’an.”(Hadits Rasulullah)

“Sesungguhnya al-Qur’an ini menunjuki ke arah jalan yang lebih lurus dan memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman yang beramal sholeh bahwa bagi mereka pahala yang besar.”(QS al-Isra: 9)

Semoga Allah selalu memudahkan langkah untuk istiqomah dekat dengan al-Qur’an dan mempelajarinya..Amiin>>> (http://muntadaquran.net By Hidayatullah Hamim Effendi)

CARA CEPAT MENGHAFAL AL QUR’AN

Posted by: annisa1 on: 3 Juli 2009

Segala puji Bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad SAW. Dalam tulisan ini akan kami kemukakan cara termudah untuk menghafalkan al quran. Keistimewaan teori ini adalah kuatnya hafalan yang akan diperoleh seseorang disertai cepatnya waktu yang ditempuh untuk mengkhatamkan al-Quran. Teori ini sangat mudah untukdi praktekan dan insya Allah akan sangat membantu bagi siapa saja yang ingin menghafal Al Qur’an.

Disini akan kami bawakan contoh praktis dalam mempraktekannya. Misalnya saja jika anda ingin menghafalkan surat an-nisa, maka anda bisa mengikuti teori berikut ini:

Pertama, Bacalah ayat pertama 20 kali

Kedua, Bacalah ayat kedua20 kali

Ketiga, Bacalah ayat ketiga 20 kali

Keempat, Bacalah ayat keempat 20 kali

Kelima, Kemudian membaca 4ayat diatas dari awal hingga akhir menggabungkannya sebanyak 20 kali.


Keenam, Bacalah ayat kelima 20 kali

Ketujuh, Bacalah ayat keenam 20 kali

Kedelapan, Bacalah ayat ketujuh 20 kali

Kesembilan, Bacalah ayat kedelapan 20 kali

Kesebelas, Kemudian membaca ayat ke 5 hingga ayat ke 8 untuk menggabungkannya sebanyak 20 kali.

Keduabelas, Bacalahayat ke 1 hingga ayat ke 8 sebanyak 20 kali untuk memantapkan hafalannya.

Demikian seterusnya hingga selesai seluruh al Quran, dan jangan sampai menghafal dalam sehari lebih dari seperdelapan juz, agar tidak berat bagi anda untuk mengulang dan menjaganya.

Dikutip dari buku Cara Cepat Menghafal Al Qur’an karya: Dr. Abdul Muhsin Al Qasim (Imam dan Khatib Masjid Nabawi)(http://layananquran.com)

= = = = =

Sumber : http://www.ltqdewandakwah.co.cc/2009/04/cara-cepat-menghafal-al-quran.html

Tahfizh 10 menit

Posted by: annisa1 on: 3 Juli 2009

IIkhwan dan akhowatfillah…
Saya berharap antum-antunna semua membaca tema yang sangat penting ini agarbisa mengambil manfaat darinya dalam menghafal Al-Quran dalam 10 menit. Tidak ada istilah mustahil… antum-antunna semua bisa.
Kalau sekiranya setiap kita membuat jadual harian, niscaya kita dapatkan betapabanyak waktu kita yang terbuang sia-sia. Ketahuilah bahwasannya kita akandihisab tentang waktu yang kita gunakan di dunia ini. Marilah kita hisab waktukita sebelum kita dihisab dihadapan Allah SWT kelak.
Sebagaimana sabda Rasulillah SAW; “Tidaklah berdiri tegak kedua kaki hamba Allahsehingga ia ditanya tentang 4 hal; umurnya untuk apa ia habiskan, masa mudanyauntuk apa ia gunakan, hartanya dari mana ia dapatkan dan kemana ia belanjakan,dan ilmunya bagaimana ia mengamalkannya. ..”
Karenanya saya ketengahkan cara ini untuk antum-antunna, kepada mereka yangmenghabiskan waktunya dalam kelalaian dan hanya mengisi dengan menyanyikanlagu-lagu syahwat, menonton film serta berleka-leka tanpa membawa sedikit punmanfaat…

Mungkin antum-antunna bertanya-tanya bagaimana cara menghafal Al-Quran dalam 10menit? Berikut ini saya saya jelaskan langkah-langkah menghafal 10 menit;

Menghafal Al-Quran 10 menit yang dimaksud adalah menggunakan waktu 10 menitsetelah sholat fardu lima waktu.

Antum-antunna menghafal Al-Quran satu halaman setiap harinya. Satu halamanterdiri dari 15 baris menggunakan Al-Quran Pojok Rasam Utsmaniy. Dan 1 halamandibagi 5 waktu sholat dalam sehari-semalam dengan lama waktunya masing-masing10 menit. Atau dengan kata lain antum-antunna memerlukan waktu 50 menit sahaja.

Ya hanya 50 menit… 1 jam kurang 10 menit. Jika dibandingkan dengan waktuantum-antunna sia-siakan sungguh sangat sedikit sekali. Antum-antunna hanyamenghafal 3 baris saja dalam waktu 10 menit setelah sholat fardhu. 3 baris x 5waktu = 15 baris atau sama dengan 1 halaman. Sedangkan Al-Quran pojok terdiridari 604 halaman. Berarti antum-antunna akan hafal Al-Quran dalam masakira-kira 1 tahun 8 bulan 15 hari.

Bukankah 10 menit itu mudah dan ringan bagi antum-antunna untuk melakukannya?Terlebih ia akan mengangkat kedudakan antum-antunna di sisi Alllah SWT danmakhluk-makhluk- Nya serta antum-antunna akan bersama para Malaikat yang baik danmulia.

Selanjutnya cara tersebut kita perinci sebagai berikut;
1. 10 menit setelah sholat shubuh; menghafal 3 baris = kurang lebih 20 kalimat saja. Ini seperlima bagian pertama.
2. 10 menit setelah sholat dhuhur; menghafal 3 baris. Ini seperlima bagian kedua.
3. 10 menit setelah sholat ashar; menghafal 3 baris. Ini seperlima bagian ketiga.
4. 10 menit setelah sholat maghrib; menghafal 3 baris. Ini seperlima bagian keempat.
5. 10 menit setelah sholat isya; menghafal 3 baris. Ini seperlima bagian kelima.
6. Terakhir menutup hari dengan sholat witir 3 atau 5 rakaat dan didalamnya membaca hafalan 1 halaman yang telah didapat pada hari itu. Ini sekaligus dijadikan sarana muraja’ah harian yang efektif.

TEKNIK MURAJA’AH
HARI KE-1
1. Sholat sunah Qobliyah dan ba’diyah dhuhur; setelah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca hafalan yang didapat setelah shubuh atau hafalan seperlima bagian pertama
2. Sholat sunah Qobliyah ashar; setelah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca hafalan yang didapat setelah dhuhur atau hafalan seperlima bagian kedua
3. Sholat sunah ba’diyah maghrib; setelah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca hafalan yang didapat setelah ashar atau hafalan seperlima bagian ketiga
4. Sholat sunah Qobliyah isya; setelah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca hafalan yang didapat setelah maghrib atau hafalan seperlima bagian keempat
5. Sholat sunah ba’diyah isya; setelah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca hafalan yang didapat setelah isya atau hafalan seperlima bagian kelima
6. Sholat Witir; setelah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca hafalan yang didapat pada hari ke-1 ini atau 1 halaman penuh.

HARI KE-2
1. Sholat sunah qobliyah shubuh; setelah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca hafalan yang didapat setelah isya hari ke-1 atau hafalan seperlima bagian kelima
2. Sholat sunah dhuha 2 rakaat; setelah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca hafalan 1 halaman yang telah didapat pada hari ke-1.
3. Sholat sunah qobliyah dan ba’diyah dhuhur; setelah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca hafalan yang didapat setelah shubuh atau hafalan seperlima bagian pertama hari ke-2 ini.
4. Sholat sunah qobliyah ashar; setelah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca hafalan yang didapat setelah dhuhur atau hafalan seperlima bagian kedua hari ke-2 ini.
5. Sholat sunah ba’diyah maghrib; setelah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca hafalan yang didapat setelah ashar atau hafalan seperlima bagian ketiga hari ke-2 ini.
6. Sholat sunah qobliyah isya; setelah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca hafalan yang didapat setelah maghrib atau hafalan seperlima bagian keempat hari ke-2 ini.
7. Sholat sunah ba’diyah isya; setelah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca hafalan yang didapat setelah isya atau hafalan seperlima bagian kelima hari ke-2 ini.
8. Sholat sunah witir; setelah membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca hafalan yang didapat pada hari ke-2 ini atau hafalan 1 halaman hari ini.
HARI KE-3 HINGGA HARI KE-6
1. Dilakukan mengikuti ritme muraja’ah hari ke-1 dan ke-2 dan begitu seterusnya
2. Sholat sunah witir dengan hafalan 2 halaman yang sudah didapat pada hari sebelumnya dan hari yang sedang berlangsung dan begitulah seterusnya.
HARI KE-7
1. Hendaknya jatuh pada malam Ahad agar dibuat program ‘begadang qiyamullail’ seminggu sekali dengan mengulang hafalan yang sudah didapat selama seminggu.
2. Jika antum-antunna sudah berkeluarga, boleh juga dibuat program tasmi’ bersama suami/isteri dan anak-anak dalam seminggu sekali (memperdengarkan hafalan yang sudah didapat selama seminggu). Dan bagi yang belum berkeluarga, boleh juga mengundang teman-teman dan sekalian jamuan makan kalau mampu.
3. Antum-antunna ada cara lain?….silahkan di-share.

MudahBukan?
“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, makaadakah orang yang mengambil pelajaran?” (Qs. Al-Qomar(54) : 17, 22, 32,40)(http://layananquran.com)

= = = = =

Sumber : http://www.ltqdewandakwah.co.cc/2009/04/tahfizh-10-menit.html

Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi akan menyelenggarakan Musabaqah Hifdzil Qur’an wal Hadits (Lomba Hafal Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad SAW) tingkat Asia Tenggara (ASEAN).

Kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari, 21-23 Juli mendatang itu dipusatkan di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur. “Kegiatan ini akan dilakukan secara periodik,” kata Dirjen Bimas Islam Departemen Agama, Prof Dr Nasaruddin Umar MA, di Jakarta Kamis (10/7) lalu. Dibanding musabaqah lainnya, jelas Nasaruddin yang dalam kesempatan itu didampingi Ibrahim Al Nughaimsyi, Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi, kegiatan kali ini memiliki kekhususan-kekhususan karena bukan hanya Al-Qur’an yang dilombakan tetapi juga hadits. “Ini sangat bagus karena kita tidak bisa memisahkan antara Al-Qur’an dan hadits,” katanya. Ia mengatakan, tujuan musabaqah ini agar generasi Muslim Indonesia mencintai Al-Qur’an dan hadits. Menurutnya, ini sangat penting karena generasi kita sekarang ini harus mencintai Al-Qur’an dan hadis. Selama masyarakat masih membaca Al-Qur’an dan hadis, insya Allah Islam tetap eksis, katanya.

Atase Agama Kedutaan Besar Arab Saudi Ibrahim Al Nughaimsyi menjelaskan, kegiatan MHQH betul-betul kegiatan milik Indonesia. Karena, Indonesia sebagai pelaksana dan tuan rumah. Ia berharap, acara ini akan berlangsung setiap tahun. Bahkan, ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya terbatas pada tingkat ASEAN, melainkan sampai tingkat Asia, sehingga para penghafal Qur’an dan hadis dari negara-negara Arab dan non-Arab ikut berpartisipasi.

Selain hadiah uang tunai sekitar lima ribu hingga enam ribu dolar AS, panitia juga sudah menyediakan hadiah tambahan berupa ibadah haji ke Tanah Suci.

Di tempat terpisah, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Abdulrahman Al Khayyat, mengaku sangat senang dengan kegiatan lomba hafal Al-Qur’an dan hadis tingkat ASEAN itu. Apalagi, prakarsa tersebut datang dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Diakuinya, banyak negara dan pemimpin negara yang memiliki perhatian sangat tinggi terhadap Al-Qur’an dan hadis. Salah satunya adalah Pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang memiliki perhatian besar terhadap terjaganya kitab suci Al-Qur’an dan hadits.

“Khadimul Haramain Raja Abdullah bin Abdul Aziz memiliki perhatian yang sangat tinggi terhadap kitab suci AlQur’an dan hadis. Salah satunya dengan menyelenggarakan berbagai lomba hafal AlQur’an dan hadits,” ujar Al Khayyat.

Dubes mengakui, dengan diselenggarakannya lomba hafal Al-Qur’an dan hadits ini, akan memunculkan masyarakat yang shaleh serta mampu memanfaatkan kandungan kitab suci AlQur’an dan hadis. Selain itu, AlQur’an pun akan selalu terjaga kesuciannya. (dpg/nur)

= = = = =

Sumber : http://www.al-badar.net/index.php?option=com_content&view=article&id=112:lomba-hafal-al-quran-hadits-se-asean-akan-diadakan-di-jakarta-&catid=48:umum

Arsip

Kategori